Kebrutalan OPM Merambah Perkotaan

    0
    65

    Warga Wamena Hidup dalam Ketakutan

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) semakin menunjukkan tindakan brutal dengan menyerang wilayah perkotaan, termasuk Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Serangan yang sebelumnya lebih sering terjadi di daerah pedalaman kini telah merambah ke kawasan yang selama ini dianggap relatif aman. Situasi ini menambah ketegangan dan rasa takut di kalangan penduduk kota.

    Yance Wenda, seorang tokoh masyarakat Wamena, menyampaikan kekhawatirannya yang mendalam. “Dulu kami berpikir bahwa di kota akan lebih aman, tetapi sekarang warga merasa takut bahkan untuk beraktivitas di luar rumah pada malam hari. OPM telah menjadi ancaman nyata di depan mata kami,” ujarnya dengan cemas pada Selasa, 3 Juni 2025.

    Informasi yang diperoleh dari aparat keamanan mengonfirmasi terjadinya beberapa serangan bersenjata terhadap pos jaga serta penyergapan kendaraan umum di sekitar Kota Wamena. Selain itu, warga juga melaporkan adanya pemalakan, penodongan, dan penyerangan yang diduga dilakukan oleh individu yang memiliki keterkaitan dengan simpatisan atau jaringan OPM.

    Ketua Forum Pemuda Papua, Adrianus Tabuni, memberikan kritik tajam terhadap tindakan brutal OPM. “Dulu mereka mengklaim berjuang untuk rakyat Papua, tetapi kini mereka malah membunuh dan meneror masyarakat sendiri. Ini bukan perjuangan, melainkan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ungkap Adrianus dengan penuh penyesalan.

    Di sisi lain, tokoh agama setempat, Pendeta Markus Yikwa, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia meminta OPM untuk segera menghentikan kekerasan yang hanya menyakiti rakyat sendiri. “Jika mereka benar-benar peduli pada rakyat Papua, hentikanlah tindakan yang menyakiti kami. Jangan biarkan generasi muda kita tumbuh dalam ketakutan dan kebencian,” tegas Pendeta Markus.

    Perkembangan ini dengan jelas menunjukkan bahwa ancaman dari OPM tidak lagi bersifat lokal atau terbatas pada daerah terpencil. Situasi ini menekankan perlunya perhatian lebih dari pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua, khususnya di kota-kota besar seperti Wamena yang merupakan pusat kegiatan dan kehidupan masyarakat.

    Kekerasan yang dilakukan oleh OPM yang kini telah menyebar ke daerah perkotaan perlu segera dihentikan. Hal ini penting agar masyarakat dapat hidup dengan aman dan damai, serta untuk mencegah terjadinya ketidakstabilan yang lebih luas di Papua. (Red-033)