Jamaah Haji Kloter 10 JKG Kurangi Aktivitas Demi Haji Akbar

    0
    72

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Puncak pelaksanaan ibadah haji melalui tahapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) semakin dekat. Wukuf, yang merupakan inti dari ibadah haji, akan berlangsung pada 6 Juni 2025 (9 Dzulhijjah 1446 H), yang jatuh pada hari Jumat. Oleh karena itu, ibadah haji tahun 2025 ini dikenal sebagai haji akbar.

    Haji Akbar adalah peristiwa istimewa yang hanya terjadi beberapa kali dalam satu dekade. Istilah “Akbar” di sini berarti “lebih agung”, merujuk pada hadis Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa haji dengan wukuf pada hari Jumat adalah yang paling utama.

    Saat ini, jemaah haji dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, tengah berkumpul di Makkah Al-Mukarramah, kota kelahiran Nabi Muhammad Saw, yang semakin ramai. Umat Muslim sangat berharap dapat melaksanakan Haji Akbar, meskipun tantangan terbesar yang dihadapi adalah kondisi fisik, mengingat suhu di Tanah Suci cukup ekstrem.

    Suhu yang dapat mencapai 43 derajat Celsius di Makkah berisiko menyebabkan dehidrasi, kelelahan, dan bahkan heat stroke, terutama bagi jamaah yang berusia lanjut atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

    Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik menjadi prioritas utama agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan khusyuk dan optimal. Aktivitas di luar hotel telah berkurang, dan para jamaah lebih fokus pada kesehatan mereka, seperti melakukan olahraga ringan dan mengikuti bimbingan spiritual di dalam hotel,” ungkap M. Taqwim, ketua rombongan jamaah haji kloter 10 di Makkah, kepada Indonesiasatu.co.id, pada Kamis (29/5/2025).

    Ketua rombongan jamaah haji dari Embarkasi Jakarta ini menjelaskan bahwa terdapat 440 jamaah dalam kelompok terbang ini, di mana sebagian besar adalah lansia. Cuaca ekstrem di Makkah saat ini berdampak pada kesehatan beberapa jamaah, menyebabkan gejala seperti batuk dan flu. “Alhamdulillah, beberapa di antara mereka sudah sembuh setelah mendapatkan perawatan dari tim dokter kloter 10 yang selalu siap melayani jamaah haji,” tambahnya.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latie, mengimbau agar jamaah haji tidak keluar dari tenda saat wukuf di Arafah. Hal ini disebabkan oleh perkiraan cuaca yang sangat panas, mencapai sekitar 50 derajat Celsius pada saat wukuf.

    Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia mengingatkan bahwa saat puncak pelaksanaan haji, suhu akan sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan hari ini. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk tidak meninggalkan tenda kecuali ada keperluan mendesak, agar mereka dapat terhindar dari heatstroke, yang merupakan kondisi berbahaya akibat panas berlebih,” kata Hilman setelah meninjau kesiapan fasilitas layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Senin, 26 Mei 2025. (Red-033)