Prajurit Masariku Ajarkan Pencak Silat di Nduga

    0
    136

    Melestarikan Budaya Bangsa di Ujung Negeri

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Pada hari Sabtu, 24 Mei 2025, di tengah keindahan alam Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, terjadi momen yang mengharukan dan penuh makna. Prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku tidak hanya menjalankan tugas menjaga perbatasan, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat setempat melalui pelatihan Pencak Silat. Langit cerah pada hari itu menjadi saksi bahwa di ujung negeri ini, budaya Indonesia tetap hidup, berkembang, dan terus dilestarikan.

    Pelatihan Pencak Silat yang diadakan bukan sekadar kegiatan olahraga biasa, melainkan merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk mempererat hubungan dengan masyarakat Papua, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa kepada anak-anak setempat.

    Letkol Inf Julius Jongen Matakena, Komandan Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku, menyatakan bahwa pelatihan ini lebih dari sekadar mengajarkan teknik pertahanan diri.

    “Kami berkomitmen untuk mengajarkan lebih dari sekadar gerakan fisik. Pencak Silat mengajarkan nilai-nilai disiplin, keberanian, dan rasa hormat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Letkol Julius.

    Para prajurit Marinir dengan sabar membimbing anak-anak, mengajarkan setiap gerakan dasar, mulai dari kuda-kuda hingga pukulan dan tendangan.

    Selain itu, mereka juga menanamkan karakter positif yang akan membentuk generasi penerus yang kuat dan memiliki wawasan kebangsaan.

    Kegiatan ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat setempat. Yohanes, seorang pemuda dari daerah tersebut, mengungkapkan kebahagiaannya. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Anak-anak kami tidak hanya belajar pencak silat, tetapi juga lebih memahami budaya kita,” kata Yohanes dengan senyum lebar.

    Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pembinaan Teritorial yang dilaksanakan oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku. Selain pencak silat, kegiatan sosial lainnya seperti bakti sosial, pengobatan gratis, dan penyuluhan kesehatan juga dilakukan secara rutin.

    Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran TNI di perbatasan tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

    Panglima Komando Operasi Habema (Pangkoops Habema), Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan penghargaan yang tinggi terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini merupakan contoh nyata bagaimana TNI tidak hanya berfungsi menjaga kedaulatan, tetapi juga berperan penting dalam melestarikan budaya bangsa,” tegas Mayjen Avianto.

    “Melalui pencak silat, kami tidak hanya melatih fisik dan mental, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di Papua,” tambahnya.

    Pelatihan pencak silat ini akan dilaksanakan secara rutin, dengan tujuan untuk membentuk kelompok pencak silat lokal yang dapat terus mengembangkan seni bela diri tradisional Indonesia di tanah Papua. Hal ini diharapkan dapat menjaga agar warisan leluhur tetap hidup dan berkembang di kalangan generasi penerus.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)