Dandim Didampingi Danramil Tinjau Pengerjaan Tanggul Jebol

    0
    56

    DEMAK, Cakrayudha-hankam.com – Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Kav Maryoto, S.E., M.Si., M.M., bersama Danramil 02/Bonang, Lettu Czi Muhammad Kamidi, melakukan peninjauan langsung terhadap proses penutupan tanggul yang jebol di Desa Kembangan dan Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang, pada Rabu (21/05/2025).

    Tanggul sungai Tuntang mengalami kerusakan pada Minggu (18/05/2025), yang mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Bonang, termasuk Desa Kembangan, Desa Karangrejo, dan Desa Krajanbogo, terendam banjir, mencakup pemukiman, jalan, dan lahan pertanian.

    Letkol Kav Maryoto menjelaskan bahwa perbaikan darurat tanggul di sisi kanan sungai Tuntang ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Demak, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Dinpuntaru) Kabupaten Demak, yang bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

    Sebelumnya, mereka telah berkoordinasi dengan Pemkab Demak dan instansi terkait untuk segera menangani tanggul yang jebol. Hal ini penting mengingat debit air sungai Tuntang masih tinggi, dan ada kekhawatiran bahwa banjir dapat meluas ke beberapa desa lainnya.

    Penanganan tanggul yang jebol di Kecamatan Bonang dimulai pada Senin sore di Desa Kembangan, dan selanjutnya akan dilanjutkan di Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo.

    “Alhamdulillah, dua unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi. Proses penutupan lubang dan pemasangan trucuk bambu terus berlangsung. Kami akan terus berkoordinasi dengan BBWS Pati agar perbaikan tanggul jebol dapat dilakukan dengan cepat, sehingga banjir tidak meluas,” ungkap Dandim di lokasi kejadian.

    Dandim juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim BPBD Kabupaten Demak untuk menyiapkan perahu karet dan tim evakuasi bagi warga yang terdampak.

    Sementara itu, Danramil Lettu Czi Muhammad Kamidi menginformasikan bahwa ada tiga desa yang terkena dampak banjir akibat jebolnya dua tanggul di Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo, dan Desa Kembangan.

    Di Desa Kembangan, jalan menuju Dukuh Kembangan, tempat terjadinya jebolnya tanggul, terendam air dengan ketinggian rata-rata sekitar 80 centimeter. Hal ini mengakibatkan Dukuh Kembangan terisolasi, dan banjir telah meluas ke seluruh wilayah Desa Kembangan. Beberapa rumah di desa ini sudah terendam air dengan ketinggian antara 30 hingga 60 centimeter. Selain itu, area persawahan yang terdampak mencapai 153 hektar, di mana 85 hektar di antaranya sudah menyelesaikan masa tanam.

    Sementara itu, di Desa Karangrejo, lebih dari 120 hektar area persawahan juga terkena dampak banjir. Jalan menuju lokasi tanggul yang jebol di Dukuh Pidodo juga terendam air. Ketinggian air di jalan kampung bervariasi antara 30 hingga 80 centimeter, sedangkan di rumah warga, ketinggian air mencapai 30 centimeter.

    Di Desa Krajanbogo, sekitar 80 hektar sawah mengalami dampak banjir. Jalan desa terendam dengan ketinggian antara 10 hingga 40 centimeter, dan hanya sekitar 20 rumah warga yang terendam air.

    Secara keseluruhan, Desa Karangrejo dan Kembangan mengalami dampak parah akibat banjir. Sementara itu, di Desa Krajanbogo, hanya 20 rumah yang terpengaruh. Diharapkan penanganan tanggul dapat segera diselesaikan agar ketinggian air tidak semakin meningkat,” tutupnya. (Pendim 0716/Red-033)