Pelita Harapan di Nduga

    0
    84

    TNI Bangkitkan Jiwa Nasionalisme di Ujung Negeri

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah tantangan geografi yang berat dan kehidupan yang penuh keterbatasan, Kampung Mumugu di Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, Papua, mendapatkan secercah harapan. Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2025, Satuan Tugas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 733/Masariku hadir dengan membawa lebih dari sekadar bantuan fisik. Mereka juga membawa semangat dan jiwa yang mampu menghidupkan kembali rasa kebanggaan sebagai anak bangsa.

    Para prajurit Yonif 733/Masariku memulai kegiatan dengan menyampaikan wawasan kebangsaan secara sederhana dan mudah dipahami. Dalam suasana yang hangat dan interaktif, mereka menjelaskan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta menanamkan semangat nasionalisme di hati masyarakat Mumugu. Anak-anak yang penuh rasa ingin tahu dan orang tua yang antusias menjadikan acara ini lebih dari sekadar penyuluhan; ini adalah pertemuan yang menghubungkan hati dalam satu bahasa cinta tanah air.

    Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional adalah momen krusial untuk memperkuat rasa persatuan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Papua. “Kebangkitan bangsa harus dirasakan oleh setiap individu, dimulai dari pemahaman tentang nilai-nilai dasar negara kita,” ungkapnya pada Selasa (20/05/2025).

    Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan berupa pakaian dan sembako. Anak-anak menerima baju baru dengan mata berbinar, sementara para ibu mengucapkan syukur, menyadari bahwa bantuan ini lebih dari sekadar materi; ini adalah tanda bahwa mereka tidak dilupakan. Kehadiran negara di tengah kesulitan mereka terasa sangat nyata.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini sebagai bentuk dedikasi TNI kepada masyarakat Papua. “Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 733/Masariku merupakan investasi berharga untuk masa depan Papua yang lebih damai dan sejahtera. Setiap bantuan yang diberikan adalah simbol komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

    Kisah dari Kampung Mumugu mengingatkan kita bahwa kebangkitan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kebangkitan jiwa dan semangat persatuan. Di Nduga, di tengah keheningan pegunungan, semangat itu tumbuh subur, dibawa oleh tangan-tangan prajurit yang tulus mengabdi, merajut harapan di ujung negeri.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)