Sindiran Balik Dedi Mulyadi ke KPAI

    0
    141

    Sebut Siswa Diancam Tak Naik Kelas: Jangan Hanya Komentar

     

    BOGOR, Cakrayudha-hankam.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan terhadap kritik yang dilontarkan oleh KPAI mengenai programnya yang mengirim siswa bermasalah ke barak militer untuk mendapatkan pendidikan disiplin. Meskipun KPAI mengungkapkan keprihatinan terkait program tersebut, yang dianggap mengancam pelajar dengan kemungkinan tidak naik kelas jika menolak, Dedi Mulyadi tetap melanjutkan program ini. Ia menyatakan bahwa banyak orang tua siswa mendukung inisiatif tersebut. Di tengah pro dan kontra yang terus berkembang, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi, menantang KPAI untuk berpartisipasi dalam proses pendidikan bagi anak-anak yang bermasalah.

    “Jika KPAI merasa ada yang tidak beres, mari kita bersama-sama turun tangan. Jangan hanya memberikan komentar dari jauh, tetapi ambil bagian dalam mendidik anak-anak,” ujar KDM pada Minggu (18/5/2025), seperti yang dilansir oleh Tribun Jabar.

    KDM juga berpendapat bahwa lingkungan di luar barak lebih berisiko bagi remaja dibandingkan dengan barak yang memiliki pengawasan dan disiplin yang ketat. Ia mengajak para pelajar untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi perilaku menyimpang.

    Ia juga meminta orang tua dan masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap aktivitas remaja. “Anak-anak ini kembali ke ‘neraka’, ke lingkungan yang luas dan tidak mereka kenal, di mana mereka berisiko menghadapi bahaya, bahkan bisa diserang oleh orang asing. Di barak militer, mereka merasa lebih aman,” tambahnya.

    Sementara itu, Kolonel Arm Roni Junaidi, Komandan Resimen Armed 1 Sthira Yudha, menegaskan bahwa pihaknya siap untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam program pengembangan karakter siswa. Ia menjamin bahwa tidak akan ada kekerasan selama proses pelatihan dan berkomitmen untuk meningkatkan kenyamanan fasilitas barak di masa mendatang. “Ini sepenuhnya untuk tujuan pembinaan. Kami akan terus memperbaiki fasilitas agar para siswa merasa nyaman, dan kami pastikan tidak ada kekerasan,” ujar Roni. (Red-033)