Keteguhan Mama Papua, Kepedulian TNI
PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik hutan lebat Distrik Sinak, terdapat kisah perjuangan yang menyentuh hati. Di Kampung Gigibak, para mama Papua dengan semangat yang tak tergoyahkan menembus dingin dan medan yang sulit. Mereka tidak mencari keuntungan, melainkan berusaha mencapai satu titik harapan: Pos Komando Utama (Kout) Satgas Yonif 700/WYC, tempat di mana kasih dan kepedulian TNI hadir bagi mereka yang jauh dari akses layanan dasar.
Pada Minggu (18/05/2025), langkah-langkah penuh keteguhan itu tiba di pelataran Pos Kout. Di sana, senyum tulus para prajurit TNI menyambut mereka seperti keluarga yang kembali ke rumah. Pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, dan edukasi medis sederhana menjadi penawar bagi luka-luka yang selama ini terpendam akibat keterbatasan.
“Ketika melihat mereka datang dengan mata penuh harapan, kami menyadari bahwa kehadiran kami lebih dari sekadar menjalankan tugas. Kami ada di sini untuk memenuhi harapan mereka,” kata Letda Ckm Muh. Akbar, Amd.Kep, Danpos Kout Sinak.
Lebih dari Sekadar Medis, Ini Adalah Tentang Kemanusiaan
Bagi prajurit Yonif 700/WYC, melayani masyarakat bukan hanya merupakan bagian dari operasi teritorial, tetapi juga merupakan panggilan hati. Mereka tidak hanya membawa kotak obat, tetapi juga menyebarkan rasa aman, empati, dan penghiburan.
“Kami tidak memiliki rumah sakit dan tidak banyak uang. Namun, kami memiliki TNI,” ungkap seorang ibu Papua dengan suara bergetar. “Mereka datang membawa kasih sayang.”
Anak-anak duduk di pangkuan ibunya, mendengarkan canda tawa para prajurit. Suara tawa kecil di tengah hutan yang sunyi menjadi melodi harapan. Di Pos Kout Sinak, mereka tidak hanya mendapatkan perawatan, tetapi juga diperlakukan seperti keluarga.
Apresiasi dari Pangkoops Habema
Menyaksikan pengabdian ini, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya. “Apa yang dilakukan prajurit Yonif 700/WYC mencerminkan TNI yang dekat dengan masyarakat. Mereka bukan hanya penjaga perbatasan, tetapi juga penjaga harapan dan jembatan kasih bagi rakyat Papua,” kata Pangkoops.
Langkah Tegar yang Menembus Batas
Kisah di Kampung Gigibak menunjukkan bahwa harapan tetap ada bahkan di tempat yang paling terpencil. Keteguhan para ibu Papua menjadi simbol kekuatan cinta seorang ibu. Di ujung perjalanan itu, TNI hadir sebagai jawaban.
Authentication:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

