Pelita di Ujung Timur

    0
    102

    Prajurit Marinir Jadi Guru Harapan bagi Anak-anak Logpon Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hutan dan perbukitan Papua yang tenang, Kampung Logpon, yang jauh dari keramaian peradaban, kini bersinar dengan harapan baru. Cahaya ini bukan berasal dari tiang listrik, melainkan dari semangat para prajurit berbaret ungu yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir Koops Habema. Mereka telah mengubah balai kampung yang sederhana menjadi sekolah impian bagi anak-anak Papua. Pada Kamis, 15 Mei 2025, setiap pekan, di sela-sela tugas menjaga kedaulatan, para prajurit ini mengambil peran sebagai guru. Mereka datang bukan dengan senjata, melainkan membawa buku, papan tulis, dan semangat untuk menghidupkan kembali mimpi anak-anak yang hampir padam akibat keterbatasan akses pendidikan formal.

    “Kami merasa terpanggil untuk melakukan lebih dari sekadar menjaga perbatasan. Kami ingin berkontribusi pada masa depan anak-anak Papua,” kata Dansatgas Letkol Marinir Siswanto dengan penuh semangat. “Melalui kegiatan belajar ini, kami berusaha memberikan mereka bekal dasar, membangkitkan kembali semangat belajar, dan menanamkan rasa cinta tanah air.”

    Anak-anak duduk bersila dengan antusias, mengeja huruf dan menjumlahkan angka. Di bawah bimbingan para prajurit, mereka belajar membaca, menulis, dan berhitung—kemampuan dasar yang selama ini sulit mereka capai. Kegiatan belajar ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik; nilai-nilai kebangsaan dan moral juga diajarkan, membentuk karakter mereka sejak usia dini.

    Kehadiran para Marinir disambut hangat oleh masyarakat setempat. “Kami sangat bersyukur. Anak-anak kami kini kembali bersemangat untuk belajar,” ungkap salah seorang ibu dengan mata yang berkaca-kaca. Di mata warga, para prajurit ini bukan hanya penjaga perbatasan, tetapi juga pahlawan pendidikan yang membawa perubahan yang berarti.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif ini. “Ini adalah wujud pengabdian sejati prajurit TNI. Meskipun berada di tengah tugas yang berat, mereka masih meluangkan waktu untuk menyalurkan ilmu dan harapan. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan Papua dan Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya.

    Kampung Logpon kini bukan sekadar titik kecil di peta Papua, melainkan simbol bahwa harapan dapat tumbuh di mana saja, bahkan di lokasi yang paling terpencil sekalipun—selama ada niat tulus, dedikasi, dan cinta.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)