Panglima TNI Hadiri Upacara Pelepasan Jenazah Korban Ledakan Amunisi

    0
    57

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Dalam suasana yang penuh haru dan penghormatan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto hadir secara langsung dalam upacara militer untuk melepas jenazah empat prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam insiden saat pemusnahan amunisi yang tidak layak pakai atau kedaluwarsa. Upacara tersebut berlangsung pada Selasa (13/5/2025) di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) III, Jl. Raya Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Prosesi yang khidmat ini dipimpin oleh Kapuspalad Mayjen TNI R.D. Epi Setiadi, S.E., M.M., dan dihadiri oleh keluarga besar TNI serta para kerabat almarhum.

    Kehadiran Panglima TNI adalah wujud penghormatan serta ungkapan empati dan kepedulian terhadap para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara. Keempat prajurit yang kehilangan nyawa dalam tugas mulia ini adalah Kolonel Cpl Antonius Hermawan, S.T., M.M., yang akan diberangkatkan ke Sleman, Yogyakarta; Mayor Cpl Anda Rohanda, yang akan menuju Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat; Kopda Eri Dwi Priambodo, yang akan berangkat ke Temanggung, Jawa Tengah; dan Pratu Afrio Setiawan, yang akan menuju Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

    Musibah ledakan terjadi pada Senin, 12 Mei 2025, pukul 09.30 WIB, di lokasi pemusnahan amunisi milik Gupusmu III Puspalad, yang terletak di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Insiden ini mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, terdiri dari 4 personel TNI AD dan 9 warga sipil yang berada di sekitar lokasi.

    Dalam pernyataan resminya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan rasa duka yang mendalam dari TNI atas gugurnya prajurit dan warga sipil. “Kami sangat berduka atas kehilangan prajurit terbaik TNI dan warga sipil yang menjadi korban. TNI berkomitmen untuk memberikan seluruh hak kepada prajurit yang terkena dampak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk santunan kematian khusus, pensiun, dan beasiswa untuk anak-anak korban. Panglima TNI juga memberikan tali asih kepada keluarga prajurit dan warga sipil, yang disampaikan melalui Pangdam III/Siliwangi,” tegasnya.

    Kapuspen TNI menginformasikan bahwa TNI telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan sterilisasi untuk memastikan keselamatan masyarakat. Saat ini, tim dari Puspalad bersama pihak terkait sedang melakukan investigasi untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut. Lokasi pemusnahan adalah lahan milik BKSDA yang secara rutin digunakan untuk kegiatan serupa sesuai dengan prosedur keamanan yang berlaku. TNI berkomitmen untuk menyelidiki peristiwa ini secara transparan dan akan memperketat pengawasan terhadap kegiatan pemusnahan amunisi agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. (Puspen TNI/Red-033)