Gerak Gerik Aneh Kapal Ikan China di Perairan Bali

    0
    103

    Di Dalamnya Banyak Sekar Ruang, Diduga Ada Praktik TPPO

     

    BALI, Cakrayudha-hankam.com – Pada Kamis, 8 Mei, kapal ikan asing Fishing Vessel (FV) Yue Lu Yu 28359 (230 GT) berhasil ditangkap. Dalam penangkapan tersebut, enam orang awak kapal (ABK) juga diamankan.

    Kapal yang berbendera China ini ditangkap oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di perairan selatan Bali. Penangkapan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) setelah terdeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari kapal tersebut.

    “FV Yue Lu Yu 28359 yang berasal dari China diamankan oleh KP Paus,” ungkap Pung Nugroho Saksono, Direktur Jenderal PSDKP, dalam konferensi pers di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Selasa, 12 Mei.

    Kapal tersebut awalnya bergerak dengan mencurigakan di perairan Samudera Hindia sebelum memasuki wilayah laut Bali pada Rabu (7/5). Karena kecurigaan ini, kapal Paus dikerahkan untuk melakukan intercept, menghentikan, dan memeriksa kapal tersebut.

    Saat pemeriksaan di laut, kapal itu mengibarkan bendera China. Di atas kapal, petugas menemukan berbagai dokumen, termasuk sertifikat kebangsaan kapal penangkap ikan, surat tanda kepemilikan kapal perikanan, surat izin penangkapan ikan, serta sertifikat keselamatan kapal penangkap ikan laut domestik, semuanya diterbitkan oleh Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China.

    “Hasil pemeriksaan dokumen menunjukkan bahwa kapal ini adalah jenis kapal ikan, dan terdapat enam orang yang bertindak sebagai awak kapal,” jelasnya. Namun, kapal ini sering berganti nama untuk menghindari deteksi satelit, salah satunya menggunakan nama FV 2508. Saat ini, proses pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan terhadap kapal yang telah ditarik ke Pelabuhan Benoa.

    Kapal tersebut telah dibawa ke Pelabuhan Benoa, Bali. Karena kerusakan pada mesin, proses pengangkutan memakan waktu lama dan baru tiba pagi ini,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Pangkalan PSDKP Benoa, Edi Purnomo, menambahkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Tim Pengawas Perikanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan dari Direktorat Jenderal PSDKP, tidak ditemukan pelanggaran di bidang perikanan. Hal ini disebabkan tidak adanya alat penangkap ikan atau hasil tangkapan di atas kapal. Namun, ada dugaan kuat mengenai pelanggaran di bidang pelayaran dan keimigrasian.

    “Tidak ada unsur pelanggaran terkait penangkapan atau pengangkutan ikan secara ilegal, tetapi ada indikasi pelanggaran dalam aspek pelayaran dan imigrasi,” kata Edi.

    Selanjutnya, Pangkalan PSDKP Benoa berkoordinasi dengan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Bali serta instansi terkait lainnya untuk mengadakan ekspos sebagai langkah lanjutan terhadap tindak pidana di luar sektor perikanan.

    Berdasarkan hasil ekspos, kasus hukum FV. Yue Lu Yu 28359 telah dialihkan dari Pangkalan PSDKP Benoa ke Dit Polairud Polda Bali untuk pengembangan lebih lanjut, ujar Edi.

    Kapal Bersekat untuk Mengangkut Orang?
    Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi kapal ikan tersebut tidak biasa, dengan banyak sekat-sekat akomodasi kamar yang tampaknya digunakan untuk mengangkut orang. Ipung mencurigai bahwa hal ini berkaitan dengan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan saat ini sedang diselidiki lebih lanjut.

    “Itu yang akan kita teliti lebih dalam, karena sekat-sekat di dalam kapal tersebut mirip dengan tempat tidur. Ini menjadi perhatian kami, agar tidak sampai menjadi jalur untuk perdagangan manusia,” kata Ipunk.

    Polda Bali akan menyelidiki masalah tersebut. “Rekan-rekan dari Polda Bali akan melakukan pendalaman. Namun, kami belum dapat memastikan karena tidak ada orang asing lain yang terlibat. Pengakuan yang ada saat ini masih belum jelas,” tambahnya.

    Ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 20 ruang yang dibangun menyerupai kamar menggunakan bahan kayu triplek di bawah kapal. Kapal itu ditangkap pada Rabu (7/5), dan petugas telah memantau pergerakannya selama beberapa hari terakhir. “Kapal tersebut masuk dari Sumatera dan berputar-putar di perairan selatan Bali,” ujarnya.(Red-033)