Saat TNI dan Gereja Bersatu di Bilogai

    0
    120

    Menyulam Damai dari Hati Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik kabut pagi yang menyelimuti pegunungan Papua, sebuah kisah harapan dan kebersamaan muncul dari pertemuan sederhana namun bermakna. Personel Pos Bilogai Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan Koops Habema mengadakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang menyentuh hati bersama Pdt. Norbertus, seorang tokoh agama yang dihormati, serta dua jemaat kecil yang polos namun penuh makna. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, (09/05/2025).

    Dipimpin oleh Sertu Hadi Wiguna, para prajurit TNI tidak hanya hadir, tetapi juga menyentuh hati masyarakat. Dengan langkah yang hangat, mereka menjalin persaudaraan, mendengarkan cerita, harapan, dan keresahan warga tanpa memandang seragam, melainkan dengan senyuman yang mampu menjembatani perbedaan.

    Di lingkungan TK Bilogai, tempat berlangsungnya kegiatan ini, suasana berubah menjadi ladang kasih dan dialog. Pdt. Norbertus menyambut kedatangan prajurit dengan hangat, menganggap mereka sebagai saudara, bukan tamu asing. Ia menjelaskan bahwa kehadiran TNI telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, selalu hadir saat dibutuhkan, dan membuka ruang untuk kebersamaan.

    “Kami tidak merasa sendiri. TNI selalu ada, mendengar, dan menguatkan kami,” ungkap Pdt. Norbertus dengan mata yang bersinar.

    Kegiatan Komsos ini bukan sekadar program; ia merupakan inti dari pendekatan humanis, di mana TNI dan masyarakat berdiri sejajar, saling mendukung, dan bersama-sama membangun fondasi perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.

    Menanggapi kegiatan tersebut, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto memberikan apresiasi yang mendalam. “Inilah wajah sejati TNI di Papua. Kami hadir bukan hanya dengan kekuatan, tetapi juga dengan cinta dan komitmen untuk menjaga harmoni. Perdamaian tidak dibangun dengan senjata, melainkan dengan hati yang mendengarkan dan tangan yang merangkul,” ujarnya dengan penuh makna.

    Di Bilogai, tersimpan pesan sederhana namun kuat: ketulusan akan selalu menemukan jalannya. Di bawah langit Papua yang cerah, TNI dan tokoh agama bersatu untuk membangun masa depan, bukan dengan perintah, tetapi dengan cinta, doa, dan harapan.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)