Sapa Warga di Ujung Negeri

    0
    91

    Prajurit Marinir Bangun Kedekatan Hati di Kampung Ninia

     

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah kesunyian hutan dan ketenangan alam Kampung Ninia, Distrik Dekai, terdengar suara-suara hangat yang menyejukkan. Bukan suara perintah militer atau derap sepatu, melainkan sapaan ramah dan senyuman tulus dari prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir. Mereka hadir untuk menyapa, mendengarkan, dan merangkul hati masyarakat dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang berlangsung pada Kamis (08/05/2025).

    Kegiatan ini lebih dari sekadar rutinitas teritorial. Di balik setiap percakapan santai di rumah warga dan di jalan setapak kampung, terdapat misi besar untuk membangun kepercayaan dan kebersamaan. Para prajurit berinteraksi langsung, mendengarkan keluh kesah, serta menguatkan semangat masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan lingkungan.

    Letkol Marinir Siswanto, Dansatgas Yonif 1 Marinir, menekankan bahwa Komsos berfungsi sebagai jembatan antara TNI dan rakyat.

    Melalui komunikasi yang terbuka dan tulus, kami ingin menegaskan bahwa TNI tidak hanya berfungsi sebagai penjaga batas negara, tetapi juga sebagai pelindung kedamaian masyarakat,” jelasnya.

    Kehadiran prajurit di Kampung Ninia disambut dengan hangat oleh warga setempat. Mereka menghargai pendekatan humanis yang diterapkan oleh Satgas, yang tidak mengandalkan kekuatan, melainkan kasih sayang dan kepedulian yang mendalam.

    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. “TNI harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penjaga. Kegiatan komunikasi sosial seperti ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun Papua yang damai, sejahtera, dan berdaya,” tegasnya.

    Langkah kecil namun bermakna ini menunjukkan bahwa di ujung timur negeri, TNI hadir tidak hanya untuk menjaga tanah air, tetapi juga untuk merawat perasaan, memperkuat ikatan, dan membangun masa depan bersama rakyat.

    Sumber: (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)