Meretas Batas, Menyatukan Hati

    0
    77

    TNI dan Kepala Kampung Mumugu Bangun Papua dari Pelosok Negeri

     

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah kesunyian dan tantangan yang dihadapi di wilayah perbatasan, terjalinlah sebuah kisah kedekatan dan harapan antara prajurit TNI dan masyarakat Kampung Mumugu. Pada Rabu (7/5/2025), Satgas Yonif 733/Masariku Koops Habema, yang dipimpin oleh Wadan TK Batas Batu, Serka Fanden, melakukan kunjungan hangat ke rumah Kepala Kampung Mumugu, Bapak Ferimus Firkom. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan sinergi sosial di daerah yang sering terisolasi oleh kondisi medan dan jarak.

    Namun, kunjungan ini lebih dari sekadar formalitas. Pertukaran obrolan yang hangat, senyuman bersahabat, dan kepercayaan yang semakin terjalin menjadi inti dari pertemuan tersebut. Dalam suasana kekeluargaan yang akrab, TNI dan masyarakat berdiskusi tidak hanya mengenai isu keamanan, tetapi juga tentang cita-cita pembangunan kampung, impian untuk anak-anak, dan harapan akan perubahan yang lebih baik.

    “Kami hadir bukan hanya untuk menjaga perbatasan negara, tetapi juga untuk membangun persaudaraan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sini,” ungkap Serka Fanden dengan tulus.

    Kepala Kampung Ferimus Firkom memberikan penghargaan yang tinggi atas partisipasi aktif Satgas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

    “Mereka bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga pendorong kemajuan. Dari layanan kesehatan hingga dukungan pendidikan, kami merasakan kehadiran mereka yang nyata dan penuh empati,” ungkapnya dengan penuh haru.

    Sejak penugasan awal di tahun 2025, Satgas Yonif 733/Masariku terus memberikan manfaat melalui pendekatan pembinaan teritorial. Fokus mereka tidak hanya pada pengawasan atau patroli perbatasan, tetapi juga pada pendekatan yang lebih personal, membangun kepercayaan dari rumah ke rumah, serta dari satu warga ke warga lainnya.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menekankan bahwa pendekatan semacam ini mencerminkan esensi sejati TNI.

    Kemanunggalan antara TNI dan rakyat merupakan kekuatan utama bangsa. Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 733 adalah wujud nyata dari semangat Sapta Marga, yaitu berdiri, berjuang, dan membangun masa depan bersama rakyat,” tegasnya.

    Kisah dari Kampung Mumugu membuktikan bahwa batas negara tidak menghalangi kepedulian. Ketika prajurit hadir dengan membawa bukan hanya perlengkapan militer, tetapi juga kehangatan kemanusiaan, yang terjalin bukan hanya pertahanan, melainkan juga kepercayaan, harapan, dan persaudaraan yang kuat.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)