Dari Pelukan Mama Papua ke Genggaman Tentara

    0
    74

    Cerita Cinta di TK Mamba

     

    INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik pegunungan yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota, terdapat momen indah yang meninggalkan kesan mendalam. Pada Jumat pagi (2/5/2025), halaman kecil TK Mamba Kotis dipenuhi dengan tawa ceria anak-anak Papua saat 10 prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan datang membawa bukan senjata, melainkan kasih sayang dalam bentuk permen dan senyuman.

    Dipimpin oleh Serda Wawan, kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) ini menjadi jembatan emosional antara TNI dan masyarakat Intan Jaya. Anak-anak berlari kecil menyambut para prajurit, dengan tangan mungil mereka penuh harapan menggapai permen yang dibagikan. Senyum yang terpancar bukan hanya karena manisnya gula, tetapi juga karena perhatian hangat dari “om tentara” yang mereka kagumi.

    “Ini bukan sekadar memberikan permen,” ungkap Serda Wawan dengan mata yang berkilau, “ini tentang menyampaikan pesan kasih, bahwa TNI hadir tidak hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk menyayangi. Anak-anak di sini perlu merasakan bahwa mereka tidak sendirian.”

    Salah satu ibu dari Papua, Mama Mince, hampir tidak bisa menahan air matanya. Ia melihat putri kecilnya, Dorothy, tertawa bahagia sambil menunjukkan permen yang didapatnya. “Terima kasih TNI telah datang dan membawa kebahagiaan bagi anak-anak kami. Kehadiran mereka membuat hati ini tenang. Semoga Tuhan selalu memberkati,” ujarnya sambil memeluk Dorothy dengan penuh kasih.

    Dorothy, dengan kepolosan dan ketulusan, mengucapkan kalimat yang membuat semua orang terharu: “Om tentara baik… dia kasih saya permen. Saya sangat senang!”

    Di daerah terpencil Papua yang penuh tantangan, prajurit Yonif 500/Sikatan menciptakan kisah yang penuh kelembutan: tentang cinta terhadap tanah air, tentang tangan-tangan kuat yang memberikan kasih sayang, bukan melukai, serta tentang permen kecil yang menyampaikan pesan mendalam tentang persaudaraan sejati antara TNI dan masyarakat.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)