Masariku Menyapa Mumugu

    0
    71

    Ketika Prajurit TNI Membawa Pulang Senyum dan Hasil Bumi

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keheningan pegunungan Papua, suara tawa dan sapaan hangat terdengar dari Titik Kuat Pelabuhan Amor pada Jumat pagi (2/5/2025). Di lokasi ini, prajurit Satgas Yonif 733/Masariku yang dipimpin oleh Sertu Yudhi, bersinergi dengan masyarakat Kampung Mumugu dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga membawa kebahagiaan.

    Lebih dari sekadar berdiskusi, para prajurit menunjukkan semangat pengabdian mereka melalui tindakan nyata: membeli hasil pertanian yang dibawa oleh warga. Ubi, keladi, sayur-mayur, dan hasil hutan lokal diangkut oleh tangan-tangan kuat para prajurit sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras para petani Papua. Selain itu, terjadi pertukaran yang lebih mendalam daripada sekadar materi, yaitu kepercayaan dan kasih sayang antar sesama anak bangsa.

    “Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi bagian dari masyarakat. Kami ingin menyatu, memahami, dan tumbuh bersama,” ungkap Letkol Inf Julius Jongen Matakena, Komandan Satgas Yonif 733/Masariku.

    Kegiatan komunikasi sosial ini sangat menyentuh hati warga yang selama ini merasa terpinggirkan. Bagi mereka, TNI kini bukan lagi sosok yang jauh, melainkan keluarga baru yang siap membantu saat dibutuhkan.

    Antusiasme masyarakat sangat terasa. Anak-anak berlarian, para ibu saling berbagi cerita, dan para kepala kampung tersenyum bangga. Harapan pun muncul: semoga program-program seperti ini dapat terus berlanjut, karena dari interaksi sederhana, tumbuhlah rasa saling percaya yang tulus.

    Lebih dari Sekadar Tugas, Ini adalah Pengabdian dengan Sepenuh Hati
    Kegiatan ini merupakan salah satu strategi Satgas Yonif 733/Masariku untuk mendekatkan TNI dengan masyarakat Papua, sambil tetap menjalankan amanat menjaga keamanan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. TNI hadir tidak hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai penggerak harapan.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)