Paskah di Tanah Damai

0
137

Tradisi Bakar Batu Satukan TNI dan Rakyat di Lembah Wuloni

 

PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di antara hutan pinus yang tenang dan langit Ilaga yang cerah, terjalin sebuah kisah yang menyentuh hati. Masyarakat Kampung Wuloni bersama prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti merayakan Paskah 2025 dengan penuh makna. Perayaan ini tidak hanya diisi dengan doa dan ibadah, tetapi juga melalui tradisi bakar batu, sebuah ritual sakral yang menyatukan hati dan menumbuhkan perdamaian. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 21 April 2025.

Dalam suasana penuh syukur dan kehangatan, warga setempat dan para prajurit TNI bekerja sama mengumpulkan batu, membungkus bahan makanan dengan daun pisang, dan menyalakan api kehidupan. Namun, kali ini, bakar batu tidak hanya berfungsi untuk memasak ubi dan daging, tetapi juga untuk mempererat hubungan, menghapus sekat-sekat, dan membangun rasa saling percaya di tengah perbedaan.

Kami merasa terhormat dapat merayakan Paskah bersama saudara-saudara kami di Wuloni. Ini bukan sekadar tugas, melainkan pengalaman yang sangat menyentuh,” kata Lettu Inf I Made Mertiana, Danpos Satgas Yonif 700, dengan mata yang berkaca-kaca.

Tradisi ini lebih dari sekadar kebersamaan; ia menciptakan ruang dialog yang hangat, di mana para tokoh masyarakat dapat menyampaikan aspirasi mereka, anak-anak berbagi tawa dengan prajurit, dan kehadiran TNI diterima bukan sebagai penjaga dari luar, melainkan sebagai keluarga yang pulang ke rumah.

“Kami merasa aman dan dihargai. Bapak-bapak TNI datang tidak hanya dengan senjata, tetapi juga dengan kasih dan rasa hormat,” ungkap seorang tokoh masyarakat dengan penuh haru.

Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan apresiasinya terhadap acara tersebut.

“Tradisi bakar batu ini bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga simbol perdamaian. Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 700 merupakan bukti nyata komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat, membangun Papua dengan sepenuh hati.”

Dengan tawa ceria anak-anak, aroma bakar batu yang menguar ke angkasa, dan senyum tulus yang terpancar, perayaan Paskah di Wuloni tahun ini mengingatkan kita bahwa kedamaian sejati lahir dari hati yang saling mendukung. Kehadiran TNI di tanah Papua adalah tentang kemanusiaan, bukan hanya sekadar aspek keamanan.

Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)