TNI dan Warga Maybrat Bersatu Bangun Gereja untuk Paskah Damai

    0
    106

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keheningan hutan dan bukit Maybrat, terukir sebuah kisah kebersamaan yang indah. Masyarakat Kampung Faankario bersama prajurit TNI dari Yonif 501/BY tidak hanya membangun sebuah gereja; mereka juga merangkai harapan, memperkuat iman, dan menjalin persaudaraan di antara berbagai suku dan seragam. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 21 April 2025.

    Gereja yang dibangun bukan sekadar sebuah bangunan fisik. Ia melambangkan cinta yang tumbuh dari kerja sama dan berdiri di atas semangat untuk memajukan Papua dalam suasana damai. Dengan alat-alat sederhana dan tenaga sukarela, masyarakat dan anggota TNI bekerja sama mengangkat kayu, menyusun bata, dan menciptakan rumah ibadah yang akan menjadi pusat spiritual bagi warga Aifat Timur.

    Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yakhya Wisnu A., S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa partisipasi prajurit dalam pembangunan ini merupakan wujud pengabdian TNI. Mereka tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penjaga harapan.

    “Ini bukan sekadar tentang membangun gereja, melainkan juga membangun jembatan antara TNI dan masyarakat. Kami ingin kehadiran kami benar-benar dirasakan, bukan hanya terlihat,” ujar Letkol Yakhya dengan tegas.

    Dari Warga untuk Semua, Bersama TNI
    Warga Kampung Faankario menyambut kehadiran TNI dengan penuh antusiasme dan kehangatan. Bapak Markus Samkakai, salah satu tokoh masyarakat, bahkan mengungkapkan rasa harunya.

    Kami merasakan kedekatan yang luar biasa dengan TNI. Mereka tidak hanya memberikan bantuan, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga kami.

    Menuju Paskah yang Bermakna
    Pembangunan gereja ditargetkan selesai sebelum Paskah. Lebih dari sekadar sebuah upacara keagamaan, momen ini diharapkan menjadi tonggak untuk memperkuat persaudaraan sejati antara aparat dan masyarakat di tanah Papua.

    Gereja ini lebih dari sekadar bangunan; ia akan menjadi simbol perdamaian, toleransi, dan kekuatan gotong royong di tanah yang kaya akan budaya ini. Kehadiran TNI tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membawa harapan bahwa kedamaian dapat tumbuh dari cinta, dan cinta dapat lahir dari kebersamaan.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)