Respons Amien Rais hingga Hercules soal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

    0
    120

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Keaslian ijazah Presiden ke-7, Joko Widodo, masih menjadi perhatian publik. Pada 15 April 2025, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada untuk meminta klarifikasi terkait dugaan ijazah palsu Jokowi.

    Tiga perwakilan dari TPUA, yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan, dan Tifauzia Tyassuma, melakukan dialog dengan pihak kampus. Mereka mengungkapkan keraguan terhadap keaslian ijazah Jokowi dan ingin melihat bukti secara langsung di kampus tersebut.

    Selain itu, beberapa tokoh senior juga turut hadir di Fakultas Kehutanan UGM, termasuk Amien Rais dan Syukri Fadholi dari Yogyakarta.

    Jokowi sedang mempertimbangkan untuk membawa masalah ijazah kuliahnya yang dipermasalahkan oleh beberapa pihak ke jalur hukum. “Saya mempertimbangkan langkah ini karena isu ini telah menjadi fitnah yang menyebar di mana-mana,” ungkap Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu, 16 April 2025.

    Ia menambahkan bahwa polemik ini juga merupakan bentuk pencemaran nama baik, sehingga ia memikirkan untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib.

    Namun, Jokowi belum bersedia mengungkapkan siapa yang akan dilaporkan terkait masalah ini. “Nanti, biar kuasa hukum yang menyiapkan. Kami akan segera mengambil keputusan, dan kuasa hukum yang akan menilai,” jelasnya.

    Berbagai pihak juga memberikan tanggapan mengenai polemik dugaan ijazah palsu Jokowi. Berikut adalah penjelasan mereka.

    Amien Rais: UGM Menjadi Alat Politik Jokowi
    Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Amien Rais, hadir dalam aksi yang diselenggarakan oleh TPUA di UGM. Ia bahkan menyatakan bahwa UGM telah menjadi alat politik bagi mantan presiden, Jokowi.

    “Saya adalah warga UGM, seorang profesor dari UGM, dan pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat selama lima tahun. Saya sangat prihatin melihat UGM yang kami banggakan kini berfungsi sebagai alas bagi kepentingan seseorang. Ini adalah momen yang sangat penting. Saya yakin ijazahnya tidak ada. Jika ada ijazah palsu, itu memang dibuat, tetapi para ahli telah menyatakan bahwa itu jelas tidak sah,” ungkap Amien saat ditemui di Fakultas Kehutanan UGM.

    Ketika ditanya mengenai penjelasan UGM terkait ijazah Jokowi, Amien mengungkapkan bahwa mereka belum menerima bukti yang jelas. “Dua tahun lalu, saya pernah memberikan solusi yang sangat sederhana. Jika Presiden Jokowi menunjukkan ijazahnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, maka masalah ini bisa diselesaikan. Namun, prosesnya menjadi berbelit-belit. Saya ingin agar kita bisa menemukan jalan tengah, karena saat ini bangsa kita terpecah menjadi dua kubu, dan ini sangat berbahaya,” kata Amien.

    Hercules: Jangan Buat Keributan
    Jaya Hercules Rosario de Marshal, Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), juga merasa terganggu dengan munculnya kembali isu ijazah palsu Jokowi. Hercules yakin bahwa ijazah Jokowi adalah asli, mengingat selama masa jabatannya sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden, tidak pernah ada masalah terkait ijazah tersebut.

    “Ijazah itu asli, tidak ada yang perlu diragukan. Jelas ijazahnya sah. Siapa yang mau menggunakan ijazah palsu? Ijazah palsu apa yang dimaksud?” ungkapnya saat ditemui wartawan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Selasa, 15 April 2025.

    Ia juga mengekspresikan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang menuduh ijazah Jokowi sebagai palsu. Menurutnya, penyebaran isu tersebut hanya bertujuan untuk mencari perhatian. “Tidak perlu menciptakan masalah hanya untuk sensasi atau membuat keributan. Yang jelas, ijazah itu mulai dari Wali Kota Solo. Itu sah. Setelah menjabat sebagai Wali Kota Solo, ia juga menjadi Gubernur DKI dengan ijazah yang sama. Sekarang, kenapa harus ribut soal keaslian? Justru yang palsu itu adalah tuduhannya,” tegasnya.

    Pemuda Muhammadiyah: Tuduhan Tanpa Dasar
    Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Affandi Affan, menyatakan bahwa tuduhan mengenai ijazah palsu mengabaikan kontribusi signifikan Jokowi dalam pembangunan Indonesia selama dua periode kepemimpinannya. Ia menganggap isu ijazah palsu sebagai fitnah yang merusak akal sehat.

    “Kami berpendapat bahwa tuduhan terhadap Bapak Joko Widodo mengenai ijazah palsu adalah fitnah yang tidak memiliki dasar. Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menegaskan bahwa beliau adalah lulusan sah dari institusi tersebut, dan ijazah asli ada di tangan beliau,” kata Affan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, (16/04/2025).

    Affan menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah sepenuhnya mendukung penegakan hukum terhadap siapa pun yang menyebarkan hoaks dan informasi yang menyesatkan, terutama yang menyerang kehormatan mantan kepala negara.

    “Bangsa ini memerlukan energi positif untuk membangun, bukan terus-menerus dirusak oleh narasi-narasi palsu,” ungkap Affan.

    Ia juga menambahkan bahwa Pemuda Muhammadiyah berharap semua elemen bangsa dapat menjaga marwah demokrasi dan kehormatan institusi negara. “Kritik itu diperbolehkan, bahkan diperlukan. Namun, kritik harus didasarkan pada kebenaran, bukan kebohongan yang merusak karakter,” tegasnya. (Red-033)