Saat Loreng Menyentuh Nurani

    0
    127

    Prajurit Masariku Tebar Harapan Sehat di Pelosok Mumugu

     

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah kesunyian hutan Papua dan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan, warga Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, merasakan secercah harapan. Harapan ini tidak datang dari gedung megah atau rumah sakit besar, melainkan dari tangan-tangan penuh kasih para prajurit Satgas Yonif 733/Masariku. Mereka tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan yang tulus. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 16 April 2025.

    Dipimpin oleh Serda Rizki Sya’ban, Bintara Kesehatan Tim Kesehatan Batas Batu, para prajurit melaksanakan misi kemanusiaan melalui bakti sosial pelayanan kesehatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan “Prajurit Masariku Cinta Papua”, yang merupakan komitmen berkelanjutan untuk membawa perubahan positif di daerah-daerah terpencil.

    Pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dasar, serta distribusi vitamin dan obat-obatan merupakan bagian dari layanan yang diberikan pada hari itu. Lebih dari sekadar itu, mereka juga menyampaikan edukasi tentang kesehatan dan pola hidup bersih, membagikan perlengkapan kebersihan, serta mengajarkan anak-anak cara mencuci tangan yang benar—sebuah langkah sederhana namun berdampak signifikan.

    Mama Agustina, salah satu warga, menyampaikan rasa syukurnya.

    “Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah hadir di kampung kami. Puskesmas jauh, dan terkadang kami kesulitan untuk berobat. Namun hari ini, kami bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Terima kasih banyak, bapak-bapak tentara,” ujarnya dengan penuh haru.

    Anak-anak sekolah pun tampak ceria saat diajari cara menjaga kebersihan dan menerima bingkisan perlengkapan mandi. Di balik seragam loreng dan barak, tersimpan kelembutan hati yang tulus untuk masyarakat.

    Bapak Paulus, tokoh masyarakat Kampung Mumugu, juga memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

    Kegiatan seperti ini membuat kami merasa diperhatikan. TNI bukan hanya sebagai penjaga, tetapi juga sebagai saudara. Kami berharap inisiatif ini dapat berlanjut.

    Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan kebanggaannya terhadap prajurit Yonif 733/Masariku.

    Kegiatan ini mencerminkan sisi humanis TNI. Mereka tidak hanya bertugas menjaga perbatasan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. Inilah semangat sejati seorang prajurit, ungkapnya.

    Dengan semangat cinta dan pengabdian, Satgas Yonif 733/Masariku menunjukkan bahwa di pelosok Papua, tentara hadir tidak hanya dengan senjata, tetapi juga dengan hati, harapan, dan tangan yang siap membantu.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)