Prajurit Datang Harapan Menyala

    0
    84

    Sentuhan Cinta TNI Masariku di Kampung Mumugu

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hutan Nduga yang sepi dan penuh tantangan, sekelompok prajurit berseragam loreng hadir dengan misi yang lebih dari sekadar tugas negara; mereka membawa kasih dan harapan. Mereka adalah anggota Satgas Yonif 733/Masariku Komando Operasi Habema, yang pada Rabu, 16 April 2025, memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri.

    Dipimpin oleh Serda Rizki Sya’ban, seorang Bintara Kesehatan dari Tim Kesehatan Batas Batu, kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas. Ini merupakan wujud nyata dari program “Prajurit Masariku Cinta Papua,” sebuah inisiatif yang lahir dari kepedulian tulus, bukan karena perintah.

    Di bawah tenda sederhana dan dengan senyuman hangat para prajurit, warga datang satu per satu. Anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia memeriksakan kesehatan mereka. Keluhan yang mereka sampaikan didengarkan, diperiksa, diobati, dan diberikan dukungan, baik melalui obat-obatan maupun vitamin. Selain itu, edukasi sederhana tentang pola hidup bersih dan sehat juga disampaikan, karena kesehatan dimulai dari kebiasaan, bukan hanya dari pengobatan.

    Mama Agustina, salah satu warga yang hadir, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya.

    “Kami sangat senang bapak-bapak TNI datang. Kami merasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan. Terima kasih banyak,” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.

    Kisah ini membuktikan bahwa TNI tidak hanya berfungsi sebagai penjaga perbatasan negara, tetapi juga sebagai penjaga harapan masyarakat. Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi yang mendalam terhadap semangat prajurit di lapangan.

    “Sentuhan kasih seperti inilah yang membedakan prajurit sejati. Mereka hadir tidak hanya dengan senjata, tetapi juga dengan hati. Prajurit Masariku menunjukkan bahwa cinta kepada rakyat adalah bagian yang tak terpisahkan dari tugas menjaga keutuhan bangsa,” tegas Mayjen TNI Lucky.

    Serangkaian kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di wilayah operasi lainnya, menyebarkan semangat cinta, kepedulian, dan pengabdian yang tak pernah pudar. Bagi prajurit Masariku, Papua bukan sekadar tempat tugas; ia adalah rumah yang harus dijaga dengan sepenuh cinta.

    Di tengah hutan Papua, sebuah suntikan harapan, senyuman seorang prajurit, dan uluran tangan dapat menjadi sinar harapan untuk masa depan yang lebih sehat dan cerah.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)