Senyum Segar di Tanah Nduga

    0
    66

    Gunting Persahabatan Eratkan Hati Prajurit dan Anak-anak Mumugu

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keindahan pegunungan Nduga yang kaya akan cerita, sebuah momen yang mengharukan terjadi di Kampung Mumugu. Para prajurit Satgas Yonif 733/Masariku hadir bukan dengan senjata, melainkan dengan gunting di tangan, memberikan layanan cukur rambut gratis bagi anak-anak di Titik Kuat Batas Batu pada Selasa (15/4/2025).

    Aksi sederhana ini lebih dari sekadar memotong rambut; ini adalah upaya untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat Papua, terutama di kalangan generasi muda. Di bawah langit Papua yang luas, keakraban terjalin tanpa batas. Anak-anak Kampung Mumugu dengan mata berbinar penuh semangat mendekat, mempercayakan rambut mereka kepada tangan-tangan kokoh para prajurit.

    Dengan penuh kesabaran dan kelembutan, para prajurit yang memiliki bakat terpendam dalam merias rambut memberikan potongan sesuai keinginan anak-anak. Suasana dipenuhi tawa ceria dan celotehan polos, menggantikan kesunyian yang sering menyelimuti daerah ini. Gunting yang beradu dengan lembut tidak hanya menciptakan gaya rambut baru, tetapi juga membangun jembatan komunikasi dan kepercayaan.

    Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan dan kebersihan anak-anak Papua. “Rambut yang rapi tidak hanya enak dipandang, tetapi juga penting untuk menjaga kesehatan diri. Kami ingin anak-anak Papua tumbuh sehat dan bahagia,” ujarnya dengan tulus.

    Lebih dari sekadar memberikan potongan rambut, para prajurit juga meluangkan waktu untuk memberikan edukasi ringan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri. Mereka menyampaikan pesan-pesan sederhana tentang mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan dengan bahasa yang mudah dipahami, sebagai bekal berharga untuk masa depan anak-anak.

    Para orang tua yang menyaksikan momen hangat ini tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan apresiasi mereka. Mereka melihat prajurit bukan hanya sebagai sosok berseragam, tetapi juga sebagai individu yang peduli dan membawa kebaikan bagi anak-anak mereka.

    Menanggapi kegiatan bermakna ini, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menyatakan bahwa inisiatif yang dilakukan oleh Satgas Yonif 733/Masariku sangat menyentuh dan layak mendapatkan apresiasi. Meskipun pelayanan cukur rambut gratis ini tampak sederhana, dampaknya sangat signifikan dalam membangun kedekatan emosional dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat Papua.

    Ini adalah contoh nyata bagaimana kehadiran TNI dapat memberikan manfaat langsung dan menciptakan citra positif di masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi satuan-satuan lain dalam melaksanakan pembinaan teritorial,” ungkap Mayjen TNI Lucky Avianto dengan penuh harapan.

    Di Kampung Mumugu, di bawah terik matahari Papua, kegiatan potong rambut telah menciptakan senyum ceria dan meninggalkan kenangan indah di hati anak-anak. Lebih dari sekadar sekadar potongan rambut, acara ini melambangkan kehadiran TNI yang humanis, yang tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan pembawa harapan untuk masa depan Papua yang lebih baik.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)