Alasan OPM Bunuh Belasan Pendulang Emas di Yahukimo Papua

    0
    70

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, memberikan penjelasan mengenai serangan kelompoknya terhadap warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas di Yahukimo, Papua Pegunungan. Ia mengklaim bahwa belasan orang yang diserang adalah anggota tentara Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas.

    “Penambangan ilegal di Kali Kabur, Yahukimo, sering dilakukan oleh militer pemerintah Indonesia,” ujarnya pada Jumat, (11/04/2025).

    Sebby menambahkan bahwa pasukan militer yang menyamar tersebut juga terlihat mengintai markas kelompoknya menggunakan drone. “Oleh karena itu, kami melakukan operasi dan mengeksekusi mereka,” katanya.

    Namun, Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi, membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa belasan korban yang tewas akibat serangan kelompok kriminal bersenjata itu adalah warga sipil, bukan prajurit TNI.

    “Tidak ada prajurit TNI yang gugur,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 10 April 2025.

    Sebelumnya, dilaporkan bahwa 17 warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dibunuh oleh OPM. Serangan terhadap warga sipil di Yahukimo ini dimulai pada 6 April 2025.

    Pada tanggal 6 April 2025, OPM menyerang dan membunuh 11 pendulang emas. Dua hari kemudian, mereka kembali melakukan penyerangan dan mengakibatkan enam orang lainnya tewas. Insiden ini terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

    Kabupaten Yahukimo adalah salah satu dari sembilan wilayah yang telah ditetapkan oleh TPNPB OPM sebagai zona perang. Wilayah lainnya meliputi Pegunungan Bintang, Nduga, Puncak Jaya, Intan Jaya, Maybrat, Dogiyai, Paniai, dan Deiyai. (Red-033)