Damai di Tengah Pegunungan

    0
    133

    Prajurit Marinir Kawal Ibadah Jemaat Gereja Daniel di Anggruk

     

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keheningan Pegunungan Bintang yang melingkupi Distrik Anggruk, kehangatan iman dan semangat persaudaraan begitu terasa saat suara doa dan nyanyian pujian bergema dari Gereja Daniel. Pada Minggu (6/4/2025), ibadah pagi itu berlangsung dengan khidmat dan damai, berkat kehadiran prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir yang dengan penuh dedikasi mengamankan jalannya ibadah.

    Dalam suasana yang tenang namun sarat makna, para personel TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga ikut merasakan momen spiritual bersama masyarakat Anggruk. Wajah-wajah jemaat yang sebelumnya diliputi rasa cemas kini bertransformasi menjadi senyuman penuh ketenangan.

    Dansatgas Letkol Marinir Siswanto menekankan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan ibadah tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga merupakan bentuk kasih dan kepedulian terhadap masyarakat.

    “Kami ingin saudara-saudara kami di Anggruk merasakan kedamaian saat memuji Tuhan. TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tetapi juga sebagai pelindung rasa aman dan ketenangan jiwa,” ujarnya.

    Lebih dari sekadar menjalankan tugas militer, pengamanan rumah ibadah seperti ini berfungsi sebagai jembatan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat di pedalaman Papua. Bagi para jemaat, melihat pasukan berbaret ungu berdiri dengan senyum ramah di halaman gereja bukanlah hal yang asing, melainkan simbol harapan dan perlindungan.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, juga memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh personel Satgas di Anggruk.

    “Inilah bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Saat masyarakat beribadah, di situlah juga TNI hadir menjaga kedamaian. Ini bukan hanya soal tugas, tapi juga soal cinta untuk tanah Papua,” ujarnya.

    Kisah dari Anggruk ini menjadi potret indah tentang bagaimana rasa aman dan spiritualitas bisa berjalan berdampingan ketika pengabdian dilakukan dengan hati. Di balik senyapnya pegunungan, ada tangan-tangan prajurit yang dengan setia menjaga kedamaian agar doa bisa terus naik dan harapan tetap hidup di tanah Papua. (Kopda M. Fajar/Red-033)