Sembuhkan Papua dengan Cinta

    0
    128

    Aksi Kemanusiaan TNI di Tanah Nduga

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah heningnya hutan dan tantangan berat di Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, muncul secercah harapan yang tak terduga: kehadiran prajurit TNI yang memberikan penyembuhan, bukan melalui senjata, melainkan dengan kasih sayang.

    Pada Minggu (6/4/2025), para prajurit dari Satgas Yonif 733/Masariku Koops Habema menapaki jalan yang terjal, bukan untuk melakukan patroli, tetapi untuk merawat luka-luka warga yang mereka temui. Di lokasi terpencil ini, di mana akses terhadap layanan kesehatan masih sangat terbatas, kehadiran mereka bagaikan cahaya di tengah kegelapan.

    Luka-luka akibat kerja keras yang selama ini terabaikan karena kurangnya fasilitas medis mulai mendapatkan perawatan dengan penuh kasih. Tim Kesehatan dari Pos Batas Batu bergerak sigap, membawa peralatan medis dan obat-obatan. Luka-luka dibersihkan, perban dibalutkan, dan yang tak kalah penting, mereka menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang ramah.

    Tidak ada protokol yang rumit. Tidak ada batasan antara seragam loreng dan kulit sawo matang masyarakat Nduga. Hanya ada rasa saling percaya, senyuman, dan empati yang mengalir dalam keheningan.

    Letkol Inf Julius Jongen Matakena, Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, menegaskan bahwa kehadiran prajuritnya di Papua bukan sekadar untuk menjaga wilayah, tetapi juga untuk melindungi kehidupan dalam arti yang lebih mendalam.

    “Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Kami ada untuk membantu—mulai dari luka fisik hingga luka emosional akibat merasa terabaikan,” ujarnya dengan penuh kepedulian.

    Selain memberikan pengobatan, para prajurit juga aktif mengedukasi tentang pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat, hal-hal mendasar yang menjadi kunci kehidupan yang layak, namun masih sulit diakses di banyak daerah terpencil di Papua.

    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, mengungkapkan rasa terima kasihnya: “Ini bukan sekadar tugas, melainkan sebuah pengabdian. Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 733/Masariku menunjukkan bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai penjaga, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom. Setiap tetes keringat prajurit menyimpan harapan untuk Papua yang lebih sehat dan sejahtera.”

    Kisah dari Mumugu lebih dari sekadar laporan kegiatan; ia adalah gambaran kemanusiaan yang nyata, yang menunjukkan bahwa di balik setiap langkah prajurit TNI, terdapat doa dan harapan untuk membangun Papua dari hati ke hati.

    TNI hadir bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan untuk dirasakan dalam senyuman anak-anak, pelukan hangat warga, dan kesembuhan dari luka-luka.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)