Panen Harapan di Tanah Terpencil

    0
    73

    Satgas Yonif 700 WYC Borong Hasil Tani, Guyur Semangat Petani Beoga

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keheningan lereng hijau Beoga, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, terjalin sebuah kisah kemanusiaan yang sederhana namun sangat berarti. Bukan dengan senjata atau barikade, melainkan dengan senyuman tulus dan tangan terbuka, para prajurit Satgas Yonif 700 Wira Yudha Cakti (WYC) menyapa warga setempat dan membeli hasil pertanian mereka, menumbuhkan semangat baru di ladang-ladang yang selama ini terabaikan.

    Dipimpin oleh Lettu Inf Rahmadanu, para prajurit Pos Beoga melaksanakan kegiatan pembelian hasil panen langsung dari para petani lokal pada Sabtu (05/04/2025). Ubi, sayuran segar, dan buah-buahan lokal yang sebelumnya sulit terjual kini laris diborong oleh para prajurit dengan harga yang pantas dan senyuman ramah.

    “Mereka bukan hanya petani, tetapi pahlawan pangan di tengah keterbatasan. Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi bagian dari denyut ekonomi lokal,” ungkap Lettu Inf Rahmadanu, yang memimpin kegiatan tersebut dengan penuh semangat.

    Bagi masyarakat Beoga, momen ini lebih dari sekadar transaksi ekonomi. Kehadiran TNI memberikan dorongan moral dan rasa dihargai, yang sangat berharga di daerah yang masih tertinggal dalam pembangunan.

    Selain membeli hasil pertanian, para prajurit juga berbagi pengetahuan tentang pertanian dan ketahanan pangan, sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi dari tingkat dasar.

    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, mengungkapkan apresiasi terhadap kegiatan penuh kasih ini.

    “Ini adalah wujud nyata pengabdian prajurit TNI. Mereka tidak hanya bertugas di medan operasi, tetapi juga berupaya meningkatkan martabat masyarakat melalui tindakan konkret. Ketulusan Satgas 700 WYC dalam membeli hasil pertanian warga Beoga adalah bentuk dukungan yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.

    Di Kampung Beoga, di balik kesunyian ladang yang terpencil, cinta dan harapan terus berkembang, dirawat oleh tangan-tangan tulus para prajurit yang tidak hanya melindungi tanah air, tetapi juga menumbuhkan kehidupan di dalamnya.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)