Pasar Cinta di Tengah Pegunungan

    0
    105

    Sentuhan Kemanusiaan TNI Satukan Hati Warga Papua

     

    PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Di balik udara dingin pegunungan Papua, terjalin kehangatan kemanusiaan. Pos Pintu Jawa, yang biasanya berfungsi sebagai titik pengamanan Satgas TNI, kini telah bertransformasi menjadi pasar yang penuh warna dan kasih, tempat di mana para mama-mama Papua menaruh harapan. Jum’at, 4 April 2025.

    Di kawasan ini, bukan suara tembakan yang terdengar, melainkan riuh tawar-menawar sayur, tawa anak-anak, dan canda hangat antara prajurit dan warga. Di sinilah, TNI dan masyarakat bertemu dalam suasana harmoni, bukan ketegangan.

    Mama Naomi, salah satu pedagang dari Kampung Gelegi, menceritakan kisahnya dengan mata yang berkaca-kaca.

    Dulu, kami harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai Pasar Sinak. Sekarang, berkat Pos TNI, kami bisa berjualan dekat rumah dengan aman, ungkapnya dengan tulus.

    Inisiatif Letda Inf Risal, Danpos Pintu Jawa, telah mengubah pos penjagaan menjadi pasar dadakan. Ia mengatur lapak-lapak dengan rapi dan membantu warga menjual hasil bumi, mulai dari sayur segar, buah lokal, hingga kuliner khas Papua.

    “Mereka bukan sekadar warga binaan. Mereka adalah keluarga kami,” kata Letda Risal sambil membantu mendirikan tenda.

    Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Pangkoops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, yang menyebut tindakan ini sebagai “loreng yang memeluk rakyat dengan cinta.”

    “TNI tidak hanya menjaga perbatasan. Kami hadir untuk merawat kehidupan. Ini adalah bukti bahwa TNI selalu dekat dengan rakyat,” tegasnya.

    Pasar dadakan ini bukan sekadar solusi ekonomi, melainkan juga lambang harapan dan persaudaraan yang berkembang di tengah keterbatasan. Di Pos Pintu Jawa, tidak ada batasan antara masyarakat dan prajurit; yang ada hanyalah kemanusiaan yang terjalin dalam senyuman dan kepedulian satu sama lain.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)