Pasar Dadakan di Pos Pintu Jawa

    0
    86

    PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Pos Satgas TNI di Pintu Jawa kini tidak hanya berfungsi sebagai pos penjagaan, tetapi juga telah bertransformasi menjadi pasar dadakan yang hidup. Para ibu dari Kampung Gelegi, yang biasanya harus menempuh perjalanan berjam-jam ke Pasar Sinak, kini memiliki tempat baru untuk menjual hasil pertanian mereka. Pada Sabtu (28/03/2025), area di sekitar pos menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai dan hangat.

    Sayuran segar, buah-buahan matang, dan produk khas Papua tersusun rapi di depan pos. Prajurit Satgas Yonif 1 Marinir yang dipimpin oleh Letda Inf Risal tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga membantu memastikan transaksi berjalan dengan tertib dan lancar.

    Dari Jarak yang Jauh, Kini Tersedia Tempat yang Aman
    Seorang ibu dari Kampung Gelegi menceritakan pengalamannya dengan mata yang bersinar. “Jarak ke Pasar Sinak sangat jauh, kami harus berjalan kaki berjam-jam. Namun di sini, semuanya lebih dekat dan aman. Terima kasih, Bapak TNI,” katanya.

    Keamanan dan kemudahan akses menjadi alasan utama bagi para ibu ini untuk memilih Pos Pintu Jawa sebagai lokasi berjualan. Selain itu, kehadiran TNI di tempat ini juga memberikan rasa nyaman, menghilangkan ketakutan akan ancaman selama perjalanan.

    TNI: Lebih dari Sekadar Penjaga, Juga Teman Rakyat
    Letda Inf Risal menekankan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfokus pada menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

    “Kami senang dapat membantu para ibu di Kampung Gelegi. Selain memberikan perlindungan, kami juga ingin memastikan mereka dapat hidup lebih baik melalui cara-cara sederhana seperti ini,” ujarnya.

    Pasar dadakan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif di daerah terpencil. Dari Pos Pintu Jawa, muncul harapan baru—sebuah ekosistem ekonomi kecil yang dapat berkembang dan membawa kesejahteraan bagi warga setempat.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)