Ini yang Dilakukan Dandim 1715/Yahukimo Bersama Forkopimda Yahukimo!

    0
    88

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Letkol Inf Tommy Yudistyo, S.Sos., M.Han, Komandan Kodim 1715/Yahukimo, bersama Forkopimda Yahukimo, mengunjungi Distrik Anggruk untuk memberikan bantuan pangan dan dukungan moral kepada masyarakat setempat. Kunjungan ini dilakukan setelah serangan oleh kelompok bersenjata yang diduga berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap para pendidik dan tenaga kesehatan pada 21 Maret 2025. Insiden tersebut mengakibatkan satu guru meninggal dan enam orang lainnya mengalami luka-luka.

    Dalam kunjungannya, Dandim 1715/Yahukimo, bersama Kapolres Yahukimo, Bupati Yahukimo, dan perwakilan dari instansi terkait, menyerahkan bantuan berupa beras, mie instan, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban warga yang masih mengalami trauma akibat serangan tersebut. Selain itu, rombongan juga mengadakan dialog dengan masyarakat untuk menenangkan situasi dan memastikan keamanan tetap terjaga.

    Letkol Inf Tommy menegaskan bahwa TNI-Polri terus berkoordinasi untuk menjaga keamanan wilayah dan melindungi warga sipil. “Kami mengutuk keras tindakan kekerasan ini. Guru dan tenaga kesehatan adalah pahlawan yang berjuang untuk memajukan pendidikan dan kesehatan di Papua. Kami tidak akan membiarkan gangguan keamanan menghalangi niat baik pemerintah dalam membangun Yahukimo,” ujarnya.

    Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat keamanan di daerah-daerah yang rentan, termasuk meningkatkan patroli terpadu antara TNI dan Polri. “Kami berkomitmen untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat dan memastikan bahwa kegiatan pendidikan serta kesehatan dapat berjalan dengan normal. Semua korban akan mendapatkan pendampingan hingga mereka pulih,” tambahnya.

    Sementara itu, Kapolres Yahukimo, AKBP Heru, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa penyelidikan terhadap pelaku masih berlangsung. “Kami telah mengidentifikasi beberapa saksi dan sedang memburu kelompok bersenjata yang bertanggung jawab. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri,” jelasnya.

    Tokoh adat Distrik Anggruk mengungkapkan rasa terima kasih atas kedatangan Dandim dan Forkopimda. “Kami merasa trauma, tetapi bantuan ini memberikan kekuatan bagi kami. Kami berharap pemerintah tetap hadir agar kami dapat hidup dalam kedamaian,” ujarnya. Seorang guru yang selamat dari serangan tersebut juga berharap insiden serupa tidak terulang. “Kami hanya ingin mengajar, bukan menjadi sasaran kekerasan,” katanya.

    Selain bantuan darurat, aparat keamanan dari TNI telah berada di lokasi untuk memberikan rasa aman dan membantu menjaga keamanan di Distrik Anggruk. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan negara di wilayah terpencil.

    Serangan OPM terhadap guru dan tenaga kesehatan kembali menekankan kerentanan pegawai negeri di daerah konflik. Namun, kehadiran TNI-Polri dan pemerintah di Anggruk menunjukkan sinyal yang kuat bahwa kekerasan tidak akan menghalangi pembangunan di Tanah Papua. (Red-033)