Pos Pintu Jawa: Benteng Harapan dan Oase Kesehatan di Pelosok

    0
    91

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di daerah terpencil Papua, di mana akses kesehatan menjadi barang langka, harapan muncul berkat tangan-tangan terlatih dan hati yang penuh kasih. Di Pos Pintu Jawa, prajurit Satgas Yonif 700/WYC tidak hanya bertugas menjaga perbatasan, tetapi juga berperan sebagai garda terdepan dalam merawat kehidupan. Pada Kamis (27/3/2025), sentuhan kasih mereka kembali memberikan harapan bagi masyarakat Kampung Jigunggi, Distrik Mage’abume, Kabupaten Puncak, Papua.

    Dengan langkah yang terhuyung dan wajah yang menunjukkan kelelahan, Mama Resko menempuh jarak jauh untuk mencari pertolongan. Jarak yang jauh dan minimnya fasilitas kesehatan seolah menjadi penghalang yang sulit diatasi. Namun, di Pos Pintu Jawa, batasan itu sirna berkat kehangatan dan profesionalisme para prajurit.

    “Selama ini kami merasa sendirian,” ungkap Mama Resko dengan mata yang berkaca-kaca. “Tapi di sini, kami merasa aman, diperhatikan, dan tidak lagi terabaikan,” tambahnya.

    Tenaga medis di pos menyambutnya dengan hangat, memberikan perawatan terbaik dengan penuh ketulusan. Danpos Letda Inf Risal, dengan kepedulian seperti seorang saudara, mendampingi Mama Resko untuk memastikan semua kebutuhannya terpenuhi.

    “Kami di sini bukan hanya sebagai tentara, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat,” tegas Letda Risal. “Kami ingin menjadi jembatan harapan bagi saudara-saudara kami di sini.”

    Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menekankan bahwa meskipun ada keterbatasan, harapan tetap hidup. “Di Pos Pintu Jawa, kesehatan bukan lagi impian yang sulit dicapai, tetapi hak yang nyata,” ujarnya. “Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, prajurit TNI akan selalu hadir untuk menyalakan cahaya harapan,” tambahnya.

    Di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan, TNI berperan tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai pelindung kehidupan.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)