Personel Koramil 0804/02 Plaosan Laksanakan Serapan Gabah di Sawah Desa Binaan

    0
    71

    MAGETAN, Cakrayudha-hankam.com – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, Babinsa dari Desa Campursari Koramil 02/Plaosan, bersama UPTD Pertanian Kecamatan Sidorejo dan PPL, turun langsung ke sawah milik warga di wilayah binaan untuk melaksanakan serapan gabah (Sergap) petani pada Senin (24-03-2025).

    Proses pembelian gabah kali ini dilakukan melalui mitra Bulog, di mana gabah kering panen (GKP) yang dibeli dari petani akan disetor ke gudang Bulog. Babinsa Desa Campursari bersama anggota kelompok tani mendampingi para petani di wilayah tersebut dan memberikan imbauan agar mereka menjual gabahnya ke Bulog.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan harga gabah yang sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian RI, yaitu sebesar 6.500 rupiah per kilogram, yang akan dibayarkan secara tunai.

    “Dengan adanya sosialisasi dari petugas Bulog dan Babinsa di wilayah tersebut, para petani akhirnya bersedia menjual padinya ke Bulog dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500/kg. Gabah yang diserap ini akan digunakan untuk memenuhi stok pangan nasional.

    Menurutnya, tujuan pemerintah menetapkan HPP ini adalah untuk menjaga agar harga di pasaran tetap normal dan stabil. Selain itu, diharapkan dengan pelaksanaan ini, pemerintah tidak perlu melakukan impor beras dari luar negeri, karena kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi melalui pengelolaan oleh para petani sendiri.”

    Kegiatan Sergap, baik untuk gabah maupun beras, dilakukan langsung dari petani. Oleh karena itu, Babinsa Desa Campursari mengajak seluruh rekan sesama Babinsa untuk terjun langsung ke lapangan. Mereka diharapkan dapat berkoordinasi dan membangkitkan semangat para petani agar menjual gabah mereka ke Bulog. Selain itu, Babinsa juga mengingatkan tengkulak di wilayah tersebut untuk membeli gabah dari petani dengan harga yang sesuai dengan HPP pemerintah, yaitu 6.500 rupiah per kilogram, serta mendorong mereka untuk menjual gabah ke Bulog.

    “Babinsa harus turun langsung ke lapangan untuk mendata sawah-sawah petani yang akan panen. Dalam pelaksanaannya, Babinsa harus selalu berkoordinasi secara rutin,” tegas Babinsa. (Red-033)