PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hutan Papua yang masih memiliki akses pendidikan yang terbatas, prajurit TNI dari Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 700/Wyc mengambil inisiatif untuk menjadi guru bagi anak-anak di sekitar Pos Pintu Jawa, Distrik Mage’Abume, Kabupaten Puncak. Pada Rabu (19/3/2025), suasana di pos tersebut tampak berbeda, tidak hanya dengan penjagaan yang ketat, tetapi juga dengan kegiatan belajar mengajar yang dipenuhi semangat dan tawa anak-anak.
Komandan Pos Pintu Jawa, Letda Inf Risal, dalam pernyataannya di Jayapura pada Selasa (18/3/2025), mengungkapkan bahwa kegiatan ini dipimpin oleh Praka Fajar sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan memotivasi anak-anak dalam proses belajar mereka.
“Kami ingin mereka menyadari bahwa pengetahuan adalah kunci untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Pendidikan harus terus berlangsung, meskipun ada berbagai keterbatasan,” ungkap Letda Inf Risal.
Mengubah Pos Jaga Menjadi Ruang Kelas
Dalam kegiatan ini, para prajurit TNI mengajarkan anak-anak cara membaca dan menulis, sambil memberikan dorongan agar mereka tetap bersemangat dalam belajar.
“Kami dari TNI sangat bahagia dapat membantu anak-anak dalam belajar membaca dan menulis, terutama ketika melihat kebahagiaan mereka saat belajar,” tambah Letda Inf Risal dengan penuh rasa bangga.
Selain itu, ke depannya, personel Pos Pintu Jawa berencana untuk membantu sekolah-sekolah di sekitar pos dengan menyediakan guru pengganti dari kalangan TNI. Ini merupakan bukti nyata bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menanamkan harapan dan masa depan bagi generasi muda.
Antusiasme Anak-Anak Papua: “Om Tentara yang Mengajarkan Kami!”
Kehadiran prajurit TNI sebagai pengajar mendadak disambut dengan antusias oleh anak-anak di desa tersebut. Salah satu anak, Lindisong, mengungkapkan kebahagiaannya dan rasa bangga bisa belajar langsung dari para prajurit.
“Kami sangat senang ketika om-om tentara mau mengajar. Sekarang kami bisa belajar membaca dan menulis,” kata Lindisong dengan senyum ceria.
Kegiatan sosial ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir dengan senjata, tetapi juga dengan pengetahuan dan kepedulian. Mereka tidak hanya menjaga batas wilayah, tetapi juga menjaga harapan anak-anak Papua untuk masa depan yang lebih baik.
TNI bukan hanya pelindung kedaulatan, tetapi juga penjaga masa depan generasi bangsa.
Authentication:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

