PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah tantangan alam Papua Pegunungan, Satuan Tugas (Satgas) Pamtas RI-PNG Yonif 1 Marinir hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai sumber harapan bagi masyarakat di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Dengan semangat yang tinggi, prajurit Marinir melaksanakan layanan kesehatan gratis, menyentuh hati dan memberikan secercah harapan bagi warga yang terisolasi dari akses medis.
Pada hari Sabtu, 15 Maret 2025, prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif 1 Marinir melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan terbatas, dan edukasi kesehatan. Kehadiran tim kesehatan Marinir sangat berarti bagi masyarakat setempat yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis.
Dari Pengabdian, Hadir Senyum dan Harapan
Warga Distrik Dekai menyambut kedatangan para prajurit dengan hangat. Rasa haru tampak di wajah mereka, termasuk Mama Yanti, seorang warga yang tidak dapat menahan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak Marinir. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, kami merasa sangat terbantu,” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Dansatgas Letkol Marinir Siswanto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat di daerah perbatasan.
“Tim kesehatan Satgas berusaha menjangkau mereka yang memerlukan perawatan medis, terutama yang berada jauh dari fasilitas kesehatan. Kehadiran Marinir tidak hanya untuk menjaga perbatasan, tetapi juga untuk melayani dan membantu masyarakat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pengobatan, ini adalah tentang kepedulian. Bagi TNI, kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi juga membangun hubungan kemanusiaan. Kegiatan ini berfungsi sebagai jembatan antara TNI dan warga, menciptakan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan di tengah kehidupan masyarakat Yahukimo.
Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, juga menegaskan bahwa kehadiran Satgas Yonif 1 Marinir di Distrik Dekai merupakan bukti nyata bahwa TNI tidak hanya berperan sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat.
“Dengan niat yang tulus, mereka menyebarkan harapan dan menyediakan layanan kesehatan bagi yang memerlukan,” katanya.
Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, TNI tetap hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar janji. Bagi mereka, pengabdian berarti memastikan setiap warga negara, tanpa terkecuali, memperoleh hak yang sama untuk hidup sehat dan sejahtera.
Autentikasi:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

