Nada Harapan di Tanah Papua: Satgas Yonif 432 dan Anak-anak Nduga Bersatu dalam Melodi

    0
    58

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, suara merdu mulai menggema. Bukan suara tembakan, melainkan melodi penuh semangat yang dihasilkan oleh alat musik yang dimainkan oleh anak-anak setempat.

    Di bawah bimbingan Satgas Yonif 432 Koops Habema, mereka mengisi sore hari dengan berlatih musik, mempersiapkan diri untuk pertunjukan di sekolah mereka pada Jumat (7/3/2025).

    Di sebuah saung pos yang sederhana, anak-anak dengan antusias belajar memainkan lagu-lagu rohani dan nasional. Mata mereka bersinar, jari-jari kecil mereka lincah menekan tuts piano dan memetik senar gitar. Di tengah keterbatasan, mereka menemukan kebahagiaan, harapan, dan semangat baru melalui musik.

    Letda Inf Bayu Tri Nugraha, S.Tr.Han., yang memimpin kegiatan ini, menyatakan bahwa musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bahasa universal yang dapat menyatukan hati dan membangun kepercayaan diri.

    “Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak ini untuk mengasah bakat mereka,” kata Letda Bayu. “Musik adalah cara yang indah untuk mengekspresikan perasaan dan meningkatkan rasa percaya diri.”

    Namun, kegiatan ini lebih dari sekadar latihan musik. Ini merupakan simbol persahabatan, harapan, dan pembangunan. Di tengah berbagai tantangan, Satgas Yonif 432 dan masyarakat Nduga bersatu untuk membangun jembatan perdamaian melalui irama musik.

    Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen Lucky Avianto menekankan bahwa melalui musik, harapan dan doa bersatu untuk mencapai kedamaian dan kehidupan yang lebih baik di Papua.

    “Setiap nada yang dimainkan adalah harapan untuk masa depan yang lebih cerah. Setiap melodi yang dinyanyikan adalah doa untuk kedamaian di tanah Papua. Dan setiap senyum yang terlihat di wajah anak-anak adalah bukti bahwa harapan masih ada dan akan terus tumbuh,” ujarnya.

    Nada-nada ini lebih dari sekadar melodi. Ini adalah suara transformasi, suara persatuan, dan suara harapan untuk Papua.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)