Kota Malang Siapkan 80 Hektare Lahan Untuk Swasembada Pangan 2025

    0
    105
    SALURKAN BANTUAN: Dispangtan Kota Malang bersama TNI-Polri melaksanakan program Penanaman Jagung Serentak yang diselenggarakan secara daring, dipusatkan di Balai Benih Ikan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkang, Selasa (21/1/2025). [Foto: MC Kota Malang]

    MALANG, Cakrayudha-hankam.com  – Dalam rangka mewujudkan Program Swasembada Pangan 2025, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggagas program Penanaman Jagung Serentak di atas lahan seluas satu juta hektar di seluruh Indonesia, Selasa (21/1/2025).

    Guna mendukung program tersebut, Kota Malang turut andil dalam program yang menjadi sebuah langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal. Di Kota Malang, kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini, dipusatkan di Balai Benih Ikan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkang.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi, menuturkan bahwa dalam rangka mendorong upaya ketahanan pangan sesuai dengan Asta Cita yang digaungkan Presiden Prabowo, sekitar 80 hektare lahan telah disiapkan untuk masa tanam 2024-2025 ini

    “Untuk di Kota Malang, kami sudah melakukan penanaman komoditi jagung pada bulan Desember bersama jajaran Polresta Malang Kota dan nantinya kami juga akan menanam benih padi bersama jajaran Kodim 0833 Kota Malang,” ungkap Slamet.

    Slamet menambahkan, Dispangtan Kota Malang juga telah menyalurkan bantuan berupa benih jagung kepada para petani.

    “Kami melakukan pengadaan benih jagung sebanyak 600 kilogram dan dibagikan kepada tujuh kelompok tani yang ada di Kecamatan Kedungkandang. Selain itu, para petani sendiri juga melakukan pengadaan secara mandiri. Untuk jenis jagung adalah varietas Pertiwi-6 dan MPM, termasuk juga jenis jagung hibrida super genjah,” papar Slamet.

    Dispangtan Kota Malang tidak hanya memberikan benih jagung, namun juga memberikan bantuan berupa benih padi, insektisida, pestisida, dan jaring pengaman bulir padi.

    “Kami juga sudah usulkan pengadaan pupuk subsidi di akhir tahun kemarin dan direalisasikan pada awal tahun. Alhamdulilah, di Januari 2025 ini sudah ada penyaluran pupuk. Untuk awal tahun ini total 500 ton untuk pupuk urea, sedangkan untuk NPK sebanyak 625 ton. Biasanya di pertengahan tahun bisa ditambah,” sambung Slamet.

    Terkait alat dan mesin pertanian (alsintan), diungkapkan Kadispangtan Kota Malang, pihaknya juga mendapatkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia berupa 11 unit hand tractor, 50 gulung mulsa, 20 unit tandon air, dan 20 unit hand sprayer elektrik. (Red-050)

     

    Sumber: infopublik.id