Festifal Rujak Uleg Pemersatu Bangsa, 700 Peserta Meriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke 729

Surabaya,cakrayudha-hankam.com – Melestarikan Kebudayaan dan Tradisi adalah bentuk kecintaan pada bangsa dan negara, meliputi bahasa daerah, kesenian daerah dan makanan khas daerah agar generasi bangsa yang akan datang mengetahui begitu kaya raya bangsa Indonesia ini dari berbagai adat istiadat suku serta bahasa.

Festifal Rujak Uleg Surabaya menunjukkan bahwa makanan khas Surabaya dari bahan utama petis dan buah – buahan, tahu , dan sayur merupakan makanan yang melegenda bagi masyarakat Surabaya, bahkan di kenal sampai ke mancanegara.

Setelah Vakum 2 tahun karena covid – 19, festival rujak uleg adalah acara rutin tahunan yang di gelar untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya, dengan konsep melestarikan budaya kuliner masyarakat Surabaya, Sekitar 700 stand peserta dari berbagai kalangan, UMKM Surabaya, Komunitas Adat Daerah, Mahasiswa Asing, Perhotelan, 39 Perwakilan Mall Surabaya, Perangkat RW Kecamatan, Intansi Pemerintah, sangat unik dan menarik serta meriah karena para peserta stand menjajahkan rujak uleg , juga mengenakan kostum berbagai khas pakaian adat seni, ada yang memakai wayang, kostum bidadari bernuansa khayangan, kostum cakrawala dan banyak lagi yang lainnya yang di lombakan dalam acara tersebut untuk mencari pemenang juara 1, 2,3 dan 10 besar di nilai dari keindahan seni,juga kostum.

Festival Rujak Uleg sebagai bentuk Pemersatu bangsa juga merupakan ketahanan sosial budaya juga bentuk dari ketahanan pangan melestarikan makanan khas daerah, karena yang datang dari berbagai daerah di Indonesia antara lain, Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Perkumpulan Etnis Sabu Raijua ” Wini Rai ” Ikatan ( Mahasiswa Maluku Barat Daya ) Surabaya, Mahasiswa Asing Universitas Airlangga, Mahasiswa Asing ITS, ( Pakraman Madya Bali ) Surabaya, ( Kerukunan Keluarga Kawanua ) Surabaya, Indian Association of Surabaya ( IAS ), Komunitas Sosial Masyarakat Tionghoa, Himpunan Mahasiswa Lampung, ( Pekumpulan Keluarga Kabupaten Ende ) Surabaya, LPK Wisma Jerman, Himpunan Masyarakat Nias Indonesia, Markas PMI Kota Surabaya, Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya, dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat bersatu dalam moment kesenian sosial budaya maka perbedaan adalah Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda – beda Tetap Satu Jua, itulah slogan pemersatu Bangsa sehingga bangsa Indonesia ini menjadi kuat dan bersatu dalam keutuhan NKRI.

Ery Cahyadi dalam sambutannya pada pembukaan acara Festival Rujak Uleg yang di buka pada pukul 19.00 wib menyampaikan ,” Alhamdulillah berkat kerjasama yan solid warga Kota Surabaya telah mampu untuk menjalani hidup sehat, bersama – sama saling memerangi covid – 19, yang dapat kita lalui dengan patuh pada protokol kesehatan memakai masker maka Surabaya sudah di nyatakan PPKM level 1 dan warga bisa beraktifitas seperti sedia kala ,” ujar Ery, Minggu ( 22-05-22 ).

Masih lanjut Ery ,” setelah berhenti 2 tahun karena civid – 19, festifal rujak ulek ini bisa kita laksanakan kembali pada hari ini yang di hadiri ribuan warga Kota Surabaya dari berbagai kalangan dan komunitas, serta membagkitkan ekonomi kerakyatan, UMKM warga kota Surabaya, serta mengembalikan Kya – Kya Kembang Jepun sebagai sentral wisata Kuliner Kota Surabaya, maka dari itu mari kita lestarikan kesenian budaya kita dan makanan tradisional kita sebagai wujud kecintaan kura kepada bangsa dan negara ,” tegas Ery.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata Wiwiek Widayati mengatakan ,” acara ini untuk membangkitkan UMKM Kota Surabaya, dan menyajikan produk – produk UMKM dan Industri Rumah Tangga mulai dari minuman, makanan ringan, pakaian dan souvernir juga produk – produk kerajinan terutama Surabaya yang menjadi Kota legenda dengan julukan Kota Pahlawan juga banyak makanan tradisional Semanggi Suroboyo dan Rujak Uleg dan masih banyak lagi yang lainnya ,” ucap Wiwiek.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir pada acara tersebut, Khofifah telah menekan Sirine bersama Walikota Surabaya pertanda acara di mulai beserta jajaran forkopimda Pemkot Surabaya, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwiyono, turut menguleg rujak secara bersama – sama di panggung.

Salah satu Stand dari Sekolah Tinggi Pariwisata Satya Widya Surabaya, Sari perwakilan dari stand tersebut mengaku ,” kami sangat senang dengan bisa berpartisipasi sebagai peserta festival rujak uleg untuk melestarikan makanan tradisional kita Surabaya ,” ujar Sari. Lain halnya dengan Stand dari Hotel Grand Darmo, Anisa Perwakilan stand hotel Grand Darmo Surabaya juga mengatakan hal yang sama, ” ya mas semoga ini bisa menjadi peserta di tahun berikutnya, stand hotel Grand Darmo juga menyajikan rujak ulek khas hotel Grand Darmo nanti akan menjadi bagian menu hotel kami ,” jelasya.

Perlu di ketahui festival rujak uleg Surabaya gratis untuk pengunjung akan tetspi harus makan di tempat,  tidak boleh di bungkus atau di bawah pulang, namun demikian acara tersebut di banjiri pengunjung yang berdesakan demi memeriahkan acara yang bertajuk Sosial Budaya dan warga dengan kesadaran yang tinggi secara langsung ikut melestarikan kesenian budaya sebagai kekuatan dan bersatu dalam keutuhan NKRI.@ red.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
12PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles