test

Alih-Alih Energi Bersih, Kendaraan Listrik Masih Tak Bisa Lepas dari Batubara

Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Subsidi kendaraan listrik dari pemerintah tak kunjung henti menuai kritik. Direktur Center of Economic and Law Studies, CELIOS, Bhima Yudhistira menyebutkan kebijakan seperti ini merupakan kebijakan problematik.

“Masih problematik dan cenderung memboroskan anggaran negara dan menguntungkan pemain otomotif,” ucap Bhima dalam diskusi virtual, Rabu (1/2).

Upaya pemerintah agar masyarakat Indonesia beralih menggunakan kendaraan rendah emisi gas buang sangat kontradiktif. Sebab, segala insentif yang diberikan pemerintah terhadap kendaraan listrik nyatanya tidak menghilangkan pemanfaatan batubara.

Menurutnya, pemanfaatan batubara untuk ekosistem kendaraan listrik bukan cerminan energi bersih.

“Enggak nyambung, kendaraan listrik seolah-olah hilirnya mau dibersihkan tapi proses nikel untuk baterai kotor, tenaga kerjanya bermasalah sampai ke sumber energi masih didominasi batubara. Makin tidak konsisten dan aneh seolah-olah ingin green tapi prosesnya tidak bersih,” jelasnya.

Hal konkret yang mendorong terwujudnya energi bersih dengan gas buang rendah yaitu mengoptimalkan fasilitas transportasi publik. Memberi insentif secara agresif terhadap kendaraan listrik menurut Bhima justru hanya akan menambah masalah baru yaitu bertambahnya tren kemacetan.

“Buat apa tambah kendaraan baru, tambah macet apalagi konteks subsidi tifak dibedakan per wilayah nanti pelat apa dipake di Jabodetabek,” tutupnya.

Rencana subsidi harga jual kendaraan elektrifikasi baik mobil maupun motor segera direalisasikan pemerintah. Finalisasi antardepartemen kabarnya sudah disepakati. Tinggal urusan teknis.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana untuk memberikan subsidi Rp80 juta per unit untuk pembelian mobil listriik berbasis baterai (BEV). Kemudian Rp40 juta untuk mobil hibrida (HEV) dan Rp 7 juta untuk sepeda motor listrik.

Namun, pasar BEV di Indonesia belum terbentuk. Pasarnya baru matang 3-4 tahun kemudian, menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Yohanes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, mengaku mendukung rencana tersebut dengan memberikan data kepada pemerintah mengenai pasar mobil listrik di Tanah Air.

“Gaikindo happy luar biasa jika rencana subsidi ini diimplementasikan pemerintah,” ujar Yohanes Nangoi, pers Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 di Jakarta, baru-baru ini.(Red)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
12PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles