Movie Day ACFFest di Kota Makassar, KPK Ajak Sineas Cegah Korupsi Lewat Film

MAKASSAR, (Cakrayudha-hankam.com) – Setelah mengunjungi Kota Aceh dan Kota Medan, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini singgah di Kota Makassar untuk menggelar Roadshow Movie Day. Acara itu bagian dari rangkaian kegiatan Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2024.

Melalui kegiatan itu, KPK mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan korupsi dengan cara yang kreatif dan menyenangkan, yaitu melalui film.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, mengatakan sejak 2013 ACFFest bertahan hingga hari ini, Senin (10/6/2024), karena tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti festival film itu.

Tahun lalu, menurut Wawan, tercatat lebih dari 900 orang mendaftarkan diri dan berpartisipasi. Hal itu bukti, bahwa ACFFest dapat bertahan karena masyarakat.

“Teman-teman yang masih mempertahankan diri bahwa membuat film antikorupsi ini menarik,” ujar Wawan, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (10/6/2024).

Wawan menyampaikan, pentingnya upaya pemberantasan korupsi melalui penanaman nilai antikorupsi. Sosialisasi dan kampanye lewat media audio visual seperti film menjadi salah satu upaya yang dianggap efektif oleh KPK.

“Tingkat keberhasilan penyampaian pesan dengan audio visual hingga mencapai 90 persen. Lewat film, KPK ingin melakukan upaya pendidikan dengan penyampaian pesan nilai antikorupsi,” kata Wawan.

Sutradara dan penulis naskah film Filosofi Kopi, Surat dari Praha, Love for Sale, Nussa, Keluarga Cemara 2, Irfan Ramli, yang juga menjadi narasumber dalam talkshow itu mengatakan seorang filmmaker harus memiliki alasan untuk membuat film.

“Film itu dibuat bukan tanpa maksud, karena kita punya sesuatu yang ingin disampaikan untuk diekspresikan. ACFFest sangat menarik karena memuat nilai antikorupsi, jenis film yang harus punya moral story,” kata penerima penghargaan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2023 itu.

Irfan Ramli juga berbagi tips untuk membuat film pendek yang menarik bagi para calon peserta ACFFest 2024. Menurutnya, selain memiliki tujuan, peserta harus fokus dengan pesan yang ingin diutarakan.

“Semakin bisa fokus dengan apa yang mau dibicarakan, maka akan bisa bikin film yang semakin kuat,” tutur Irfan Ramli.

Ia lalu mencontohkan seperti salah satu film yang diputar dalam Movie Screening yang berjudul ‘Titip Sendal’. Film besutan sineas Pontianak ini bercerita tentang Ibu Lilik yang menitipkan antrean ke menantunya dengan menaruh sandal di kegiatan vaksin massal. Menantunya merupakan salah satu pegawai di Puskesmas.

“Film ini tidak akan menarik ketika yang menitipkan sandal hanya satu orang. Tapi dengan ada banyak orang yang menitipkan sandal, penonton jadi tersampaikan bahwa hal itu dianggap lumrah. Padahal kalau itu terjadi massif dampaknya bisa sangat buruk,”  ujar Irfan Ramli.

Selain film ‘Titip Sendal’, para tamu undangan yang merupakan pelajar, mahasiswa, media, dan komunitas pegiat film juga disuguhkan film ‘Gombal from Home’, ‘Air Mata Penyesalan’, dan ‘Labirin Lembusora’.

Setelah satu dekade ACFFest hadir dan mewarnai dunia perfilman, tercatat 118 film pendek telah lahir dan diputar di berbagai platform pemutaran film seperti YouTube, Maxstream, Cinemaworld, Genflix, hingga Bioskop Online. Selain itu, film-film ACFFest juga dapat dinikmati saat masyarakat naik pesawat Garuda Indonesia dan Kereta Api Indonesia.

ACFFest tahun ini akan berlangsung hingga November 2024 dengan berbagi rangkaian acara menarik. Dimulai dengan kompetisi yang melibatkan sineas lokal dengan output film hasil kompetisi. Kedua, Kompetisi Sinema Aksi untuk komunitas.

Inisiatif yang baru di tahun ini mengajak sineas untuk melakukan pemutaran ACCFest guna menyebarkan budaya antikorupsi ke berbagai komunitas. Selanjutnya terdapat Roadshow Movie Day, International Movie Competition and Screening, Community Development dan ditutup dengan Awarding Night.

Pihak KPK berharap, ACFFest 2024 dapat menggerakan semangat para sineas tanah air untuk mengembangkan ide cerita yang menginspirasi dan ikut memberantas korupsi melalui seni. (**)

 

Sumber: infopublik.id

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
12PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles