Tidak Hanya Sanksi Pemecatan, Polri Diminta Usut Pidana Brimob Diduga Terima Setoran

Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong Propam Polda Riau mengusut tuntas dugaan Komandan Batalyon Detasemen B Brimob Manggala Junction Polda Riau Kompol Petrus Hottiner Simamora menerima setoran Rp650 juta dari anak buahnya Bripka Andry Darma Irawan.

Kompolnas menilai pengusutan dugaan setoran itu tidak hanya berujung terhadap sanksi pemecatan terhadap Kompol Petrus Hottiner Simamora.Kompol Petrus Hottiner sebelumnya dicopot dari jabatan Komandan Batalyon Detasemen B Brimob Manggala Junction Polda Riau terkait dugaan menerima setoran Rp650 juta dari anak buahnya Bripka Andry Darma Irawan.

“Kompolnas juga mendorong pemeriksaan kepada Danyon yang dituding menerima uang hingga Rp650 juta. Jika benar tuduhannya, maka si Danyon harus diproses pidana. Kami berharap kasus ini ditindaklanjuti dengan pemeriksaan secara profesional dan transparan,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi, Selasa (6/6).

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong Propam Polda Riau mengusut tuntas dugaan Komandan Batalyon Detasemen B Brimob Manggala Junction Polda Riau Kompol Petrus Hottiner Simamora menerima setoran Rp650 juta dari anak buahnya Bripka Andry Darma Irawan.

Kompolnas menilai pengusutan dugaan setoran itu tidak hanya berujung terhadap sanksi pemecatan terhadap Kompol Petrus Hottiner Simamora.Kompol Petrus Hottiner sebelumnya dicopot dari jabatan Komandan Batalyon Detasemen B Brimob Manggala Junction Polda Riau terkait dugaan menerima setoran Rp650 juta dari anak buahnya Bripka Andry Darma Irawan.

“Kompolnas juga mendorong pemeriksaan kepada Danyon yang dituding menerima uang hingga Rp650 juta. Jika benar tuduhannya, maka si Danyon harus diproses pidana. Kami berharap kasus ini ditindaklanjuti dengan pemeriksaan secara profesional dan transparan,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi, Selasa (6/6).

Kompolnas Klarifikasi ke Polda Riau
Selain mendorong mengusut tuntas dugaan setoran komandan Brimob itu, Kompolnas bakal mengirim surat klarifikasi ke Polda Riau. Hal ini terkait viralnya anggota Brimob Polda Riau yang curhat karena tidak terima dimutasi.

Selain itu, terkait dengan apa yang dilakukan oleh Bripka Andry Dharma Irwan yaitu melakukan curahan hati (curhat) di media sosial dinilainya merupakan tindakan yang keliru.

“Kalau melihat yang bersangkutan curhat ke medsos, itu adalah tindakan yang keliru. Seorang anggota Polri memiliki aturan sendiri dalam menyampaikan uneg-unegnya. Tindakannya curhat di medsos malah viral dan mencoreng nama baik institusi,” kata Poengky.

Tak hanya itu, penolakan mutasi oleh Bripka Andry dianggap Kompolnas sangat aneh dan merupakan pembangkangan. Karena, setiap anggota Korps Bhayangkara harus siap ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia.

“Jika yang bersangkutan mendalilkan merawat ibunya di Rokan Hilir, kenapa yang bersangkutan tega menggunakan ibunya yang sakit sebagai tameng dengan mengajak ibunya ke Pekanbaru? Akibatnya ibunya malah jatuh sakit di Pekanbaru,” ujarnya.

Lalu, terkait dengan penjelasan dirinya yang melayani Danyon dengan mengirimkan uang ke rekening pribadi atasannya itu bener. Semestinya, Bripka Andry mengetahui perbuatannya itu melanggar hukum.

Oleh karenanya, Bripka Andry seharusnya menolak perintah tersebut yang bertentangan dengan dan melaporkan hal itu kepada atasan yang lebih tinggi dan bukan terus menuruti permintaan Danyon.

“Statement Kabid Humas Polda Riau menjawab pertanyaan media ternyata yang bersangkutan telah melakukan tindakan desersi. Oleh karena itu, yang bersangkutan harus diperiksa Bid Propam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
12PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles