Warga TTS Ramai-Ramai Bawa Anjing ke Dinas Peternakan

Kabupaten Timor Tengah Selatan,(Cakrayudha-hankam.com) – Takut terjangkit rabies, masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) secara mandiri membawa anjing peliharaan mereka ke Kantor Dinas Peternakan untuk mendapatkan vaksin, Senin (5/6).

Warga Kota So’e ibu kota Kabupaten TTS antusias membawa anjing mereka untuk disuntik vaksin oleh petugas Dinas Peternakan setempat.

Mereka ingin memproteksi anjing mereka, karena saat ini sudah 16 kecamatan dan 48 desa yang dilaporkan terinfeksi rabies, dengan korban gigitan mencapai 149 orang.

I Nengah Sunia, salah satu warga Kota So’e yang membawa anjing untuk disuntik anti rabies mengaku kaget ketika mendengar informasi bahwa virus anjing gila telah merebak di daratan Timor. Selama ini hanya terjadi di daratan Flores.

Selain vaksin, dia menyarankan seluruh pemilik anjing di TTS untuk menjaga daya tahan tubuh peliharaannya dengan memberikan makan yang baik.

Sehingga tidak mudah terserang penyakit selain rabies.

“Ya anjing di rumah yang penting cukup makan, kadang-kadang anjing saya kan bukan makan nasi saja kadang makan buah juga sayuran. Kalau kita kasi sayur dia juga makan, ya kita merawat dia seperti merawat diri kita sendiri karena dia juga keluarga kita, kalau keluarga kita ya harus sayangi dia,” ujar I Nengah Sunia.

Dia mengajak seluruh masyarakat TTS untuk segera membawa anjing masing-masing ke Dinas Peternakan untuk segera mendapatkan vaksin anti rabies, karena sudah sangat mewabah.

“Kita mengimbau masyarakat yang pelihara anjing bawalah ke sini untuk vaksin, biar bisa menghindari rabies yang meluas di kabupaten TTS,” tambah I Nengah Sunia.

“Saya rasa kaget karena rabies bukan dalam kota ternyata di luar kota. Oleh karena itu ada pengumuman dari pemerintah daerah untuk mengadakan vaksin, ya otomatis sebagai pemilik anjing harus vaksin demi keselamatan kita bersama,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten TTS mengaku masih kekurangan serum, vaksin anti rabies, serta tenaga vaksinator untuk mengendalikan korban gigitan yang terus bertambah.

Rabies jadi KLB
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan kejadian luar biasa (KLB) rabies setelah 1 korban rabies meninggal dunia.

Surat penetapan KLB yang telah dikeluarkan itu bernomor DINKES. 07.3.1/2694/V/2023 dan ditandatangani Bupati TTS Egusem Pieter Tahun tertanggal 30 Mei 2023.

“Kami nyatakan KLB rabies untuk kesehatan sedangkan wabah rabies untuk peternakan,” ujar Egusem Pieter Tahun, Rabu, (30/05/23).

Ia menambahkan, ada dua yang ditetapkan untuk keadaan darurat saat ini yakni, KLB untuk kesehatan manusia yang ditangani oleh Dinas Kesehatan yang terkena rabies. Kemudian wabah untuk rabies yang menyerang hewan anjing untuk Dinas Peternakan.(Red)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
12PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles